Breaking News
Memuat breaking news...

Arab Saudi Tutup Jalur Pipa Minyak Berkapasitas 7 Juta Barel Usai Serangan Drone

Redaksi
Redaksi
Minggu, 13 September 2026 - 10.50 AM WIB
Arab Saudi Tutup Jalur Pipa Minyak Berkapasitas 7 Juta Barel Usai Serangan Drone
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Arab Saudi menutup sementara jalur pipa minyak mentah Timur-Barat yang vital setelah serangkaian serangan pesawat nirawak atau drone dari Irak memicu kebakaran dan kerusakan di sejumlah titik. Langkah tersebut diambil sebagai tindakan pencegahan di tengah meningkatnya ketegangan konflik di kawasan Timur Tengah.

Mengutip CNBC, Sabtu (12/9/2026), serangan drone pada Kamis pagi menargetkan jalur pipa di wilayah Riyadh dan Madinah. Pemerintah Arab Saudi menyebut serangan itu menyebabkan kebakaran, kerusakan, serta melukai sejumlah orang.

Kementerian Energi Arab Saudi mengatakan tim darurat telah dikerahkan untuk mengamankan jalur pipa dan melakukan pemeriksaan keselamatan setelah serangan.

"Setiap perkembangan lebih lanjut akan diumumkan pada waktunya," ujar pihak kementerian.

Pipa Timur-Barat Jadi Jalur Alternatif Ekspor Minyak

Jalur pipa Timur-Barat memiliki kapasitas hingga 7 juta barel per hari dan membentang melintasi wilayah Arab Saudi menuju terminal ekspor di Laut Merah.

Infrastruktur ini menjadi jalur strategis bagi Riyadh untuk mengalihkan ekspor minyak mentah, sehingga mengurangi ketergantungan terhadap rute yang melewati Teluk Persia. Perannya semakin penting di tengah perebutan kendali atas Selat Hormuz antara Amerika Serikat dan Iran.

Arab Saudi juga memilih menahan diri dari tindakan balasan untuk sementara waktu. Kementerian Luar Negeri Saudi menyatakan keputusan itu dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada pemerintah Irak mengambil langkah pencegahan terhadap serangan yang berasal dari wilayahnya.

CEO Saudi Aramco, Amin Nasser, sebelumnya mengatakan jalur pipa Timur-Barat memiliki peran lebih besar dalam mengurangi dampak gangguan pasokan minyak akibat konflik yang melibatkan Iran dibandingkan dengan pelepasan cadangan minyak mentah darurat.

Harga Minyak Melonjak di Tengah Eskalasi Timur Tengah

Serangan terhadap jalur pipa Saudi terjadi ketika harga minyak dunia tengah mengalami tekanan kenaikan. Pada pekan ini, harga minyak menembus level di atas US$100 per barel untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan, seiring meningkatnya eskalasi pertempuran di Timur Tengah.

Kabar mengenai serangan terhadap infrastruktur minyak Saudi turut memicu kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global. Harga minyak bahkan menutup perdagangan pekan ini dengan kenaikan lebih dari 8%.

Tekanan terhadap Arab Saudi juga datang dari kelompok militan yang bersekutu dengan Iran. Dalam beberapa hari terakhir, serangan terhadap kerajaan tersebut meningkat.

Kelompok Houthi di Yaman melancarkan serangan pada awal pekan yang menghantam fasilitas energi dan sejumlah aset sipil lainnya. Pemerintah Saudi menyebut serangan itu menyebabkan lebih dari 70 orang terluka.

Houthi sebelumnya telah menyatakan embargo maritim terhadap Arab Saudi pada Juli. Kelompok tersebut juga berupaya mengganggu ekspor minyak kerajaan melalui Selat Bab el-Mandeb, jalur strategis yang menghubungkan bagian selatan Laut Merah dengan pasar global.

Penutupan sementara jalur pipa Timur-Barat menambah kekhawatiran terhadap keamanan infrastruktur energi dan memperbesar risiko gangguan pasokan minyak dunia, terutama ketika pasar global masih dibayangi ketegangan geopolitik yang meningkat. (Lip6)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement