Arus Banjir Seberangi Jalan Nasional, Arus Transportasi Medan-Banda Aceh Masih Normal


BESITANG (Waspada.id): Banjir yang melanda wilayah Kecamatan Besitang sejak, Minggu (11/10), kini makin meluas. Arus banjir yang cukup deras dari hulu sungai menyeberangi ruas jalan nasional Medan-B. Aceh di kawasan Damar Laut, Senin (12/10).
Seluruh kendaraan yang melintas terpaksa mengurangi kecepatan. Akibat kondisi ini, arus lalulintas Medan-Aceh sedikit macet karena padatnya mobilitas kendaraan, baik itu mobil pribadi, truk angkutan barang, bus antar kota antar provinsi, termasuk sepeda motor.
Mengatasi situasi ini, Kapolsek Besitang AKP Ebet Nebo Simanungkalit, SH, MH, bersama Kanit Reskrim Ipda Arif Irfansyah, SH dan sejumlah anggota usai memantau situasi banjir di Desa Sekoci langsung turun mengamankan arus lalulintas di jalan nasional.
Pantauan di lapangan, kondisi air di Lingk IV, Kel. Kampung Lama, dari pagi hinga menjelang siang tampak terus semakin naik. Ratusan warga tampak berbondong-bondong meninggalkan rumah untuk mengungsi ke tempat aman di antaranya di Masjid Raya.
Syahrul, salah seorang warga mengatakan, air di rumahnya sudah lewat sepinggang orang dewasa. "Permukiman kami sudah dikepung banjir. Sebagian besar warga telah keluar dari kampung dan pergi mengungsi," katanya.

WARGA mengungsi ke atas terowongan perlintasan kereta api di Jalan Simpang Tiga-Stasiun KA. Warga memasang tenda plastik guna mengantisipasi hujan. Waspada.id/Ist
Sementara itu, Icik, salah seorang warga yang mengungsi di Masjid Raya mengaku kecewa karena pemerintah tidak menyediakan Posko dan tenda untuk menampung para pengungsi yang jumlahnya dipastikan terus bertambah.
Di Lingk IX, Kel. Bukit Kubu, sebagian besar warga telah mengungsi ke rumah saudara dan kerabat terdekat yang aman dari ancaman banjir. Area permukiman yang dihuni sekitar 300 KK atau sekitar 1.000 jiwa tersebut tampak sepi karena ditinggalkan sebagian besar warganya.
Warga yang sudah trauma dengan peristiwa bencana banjir bandang tahun 2006 dan 2025 tersebut tampak memilih mengungsi untuk mencari aman meskipun sampai pukul 14:30, arus air masih relatif aman dan belum begitu tinggi memasuki wilayah permukiman mereka.
Saat ini, langit di wilayah Besitang terlihat masih diselimuti mendung yang disertai awan tebal. Warga berdoa, agar hujan lebat tidak kembali turun pada malam ini. "Semoga di wilayah hulu sungai tidak kembali hujan," ujar warga.
Sampai memasuki pukul 16:40, arus air dari hulu sampai hilir sungai Besitang masih terlihat cukup deras, namun debit air mulai sedikit turun beberapa centimer. Meluapnya air sungai menyebabkan ratusan rumah yang berlokasi di bantaran sungai terendam.
Lurah Bukit Kubu, Rahmatsyah, saat dihubungi mengatakan, saat ini ada 795 kepala keluarga yang mengungsi. Ia menghimbau warga agar terus meningkatkan kewaspadaan mengingat intensitas curah hujan dibulan Oktober sampai November masih relatif tinggi. (id24)



















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda