Breaking News
Memuat breaking news...

AS Jual Kapal Pesiar Mewah Sitaan dari Rusia Rp3,34 Triliun

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 8 Agustus 2026 - 9.34 AM WIB
AS Jual Kapal Pesiar Mewah Sitaan dari Rusia Rp3,34 Triliun
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Kapal pesiar supermewah Amadea yang pernah dihargai hingga US$500 juta akhirnya terjual melalui proses lelang pemerintah Amerika Serikat (AS). Kapal yang disita dalam kasus terkait oligarki Rusia itu dibeli dengan harga US$187 juta atau sekitar Rp3,34 triliun.

Mengutip CNBC, Jumat (7/8/2026), Amadea yang memiliki panjang 106,07 meter disita otoritas federal AS pada 2022 sebagai bagian dari penindakan terhadap aset para oligarki Rusia setelah invasi Rusia ke Ukraina.

Setelah melalui proses hukum yang berlangsung panjang, kapal tersebut akhirnya dilelang berdasarkan keputusan Departemen Kehakiman AS.

Pemerintah AS tidak mengumumkan harga maupun identitas pembeli secara resmi. Namun, dokumen pemerintah mengungkap nilai transaksi mencapai US$187 juta.

Pembelinya adalah Abbas Sajwani (27), putra miliarder properti Dubai, Hussain Sajwani. Perusahaan milik keluarganya, DAMAC Properties, diketahui pernah bekerja sama dengan Organisasi Trump.

Hussain Sajwani sebelumnya tampil bersama Presiden AS Donald Trump di Mar-a-Lago untuk mengumumkan rencana investasi US$20 miliar atau sekitar Rp357,8 triliun untuk pembangunan pusat data di AS oleh salah satu perusahaan Sajwani.

Dalam kesempatan tersebut, Trump menyebut Sajwani sebagai salah satu pemimpin bisnis terbesar di Timur Tengah dan dunia.

Pernah Ditaksir Rp8,94 Triliun

Nilai Amadea ternyata pernah diperkirakan jauh lebih tinggi dibandingkan harga jual akhirnya.

Saat kapal tersebut pertama kali disita, Departemen Kehakiman AS menyebut nilai Amadea berada di kisaran US$300 juta hingga US$500 juta, setara sekitar Rp5,36 triliun hingga Rp8,94 triliun berdasarkan asumsi kurs Rp17.891 per dolar AS.

Namun, pada 2024, Departemen Kehakiman menyebut hasil penilaian independen menempatkan nilai kapal tersebut di sekitar US$230 juta atau Rp4,1 triliun.

Dengan demikian, harga jual US$187 juta berada di bawah penilaian independen tersebut.

Sebulan setelah resmi terjual, Amadea tercatat atas nama Beyond Holding Group Ltd., perusahaan induk yang berbasis di Kepulauan Virgin Britania Raya. Perusahaan tersebut mencantumkan alamat kantor pusat di Dubai yang sama dengan alamat kantor pusat DAMAC.

AS Habiskan Rp644 Miliar untuk Merawat Kapal

Selama proses hukum berlangsung, pemerintah AS harus mengeluarkan biaya besar untuk menjaga dan mengoperasikan Amadea.

Setelah disita di pesisir Fiji pada 2022, pemerintah AS menyewa awak kapal baru dan membawa Amadea ke San Diego. Kapal tersebut kemudian berada di Teluk San Diego selama sekitar tiga tahun sembari proses hukum mengenai kepemilikannya berjalan.

Biaya untuk menjaga kapal, membayar awak, asuransi, serta biaya sandar mencapai sekitar US$600.000 hingga US$1 juta per bulan.

Secara keseluruhan, pemerintah AS disebut telah mengeluarkan sekitar US$36 juta atau Rp644,1 miliar untuk mempertahankan kapal tersebut.

Penyitaan Amadea menjadi salah satu kasus paling menonjol dari program Task Force KleptoCapture, yang diluncurkan pemerintahan Joe Biden untuk menindak oligarki Rusia dan menyita aset yang terkait dengan pelanggaran sanksi.

Departemen Kehakiman AS menduga Amadea dimiliki Suleiman Kerimov, konglomerat pertambangan Rusia yang telah dikenai sanksi sejak 2018.

Pemenang Lelang Tak Pernah Diumumkan

Setelah hakim Pengadilan Distrik AS mengeluarkan perintah penyitaan, Amadea diperintahkan untuk dilelang pada 10 September 2025.

Lelang kemudian dilakukan dan diawasi oleh US Marshals Service, lembaga yang berada di bawah Departemen Kehakiman AS.

Penawaran dilakukan secara tertutup. US Marshals Service menerima penawaran dan menentukan pemenangnya, tetapi tidak pernah mengumumkan identitas pembeli kepada publik.

“USMS tidak secara rutin mengungkap ataupun mengonfirmasi pembeli saat menjual aset,” ujar seorang juru bicara Layanan Marsekal AS.

“Informasi tersebut dirahasiakan berdasarkan pengecualian privasi federal, kecuali jika diperintahkan agar informasi tersebut diungkapkan,” lanjutnya.

Pemerintah AS juga belum mengungkapkan secara jelas ke mana dana hasil penjualan Amadea akan disalurkan. Undang-undang bantuan AS yang disahkan pada Mei 2024 memberikan kewenangan kepada pemerintah untuk menyita aset Rusia yang berada di AS dan menggunakan dana tersebut untuk membantu Ukraina.

Kapal Mewah dengan Fasilitas Fantastis

Amadea bukan kapal pesiar biasa. Dibangun oleh galangan kapal Lurssen pada 2017, kapal sepanjang lebih dari 100 meter ini memiliki enam dek dan mampu menampung 16 tamu serta 36 awak kapal.

Kapal tersebut dilengkapi kaca "taman musim dingin", kolam renang infinity dengan bar yang dapat diakses langsung dari kolam, hingga bioskop dengan kursi bergerak untuk menghadirkan pengalaman 4D.

Di bagian lain terdapat dek pesta dengan speaker terintegrasi, lampu, dan sinar laser. Fasilitas spa juga dilengkapi hammam, sauna, serta kolam terapi warna.

Untuk memenuhi kebutuhan kuliner para tamu, dapur kapal bahkan memiliki tangki lobster untuk menyediakan hidangan laut segar.

Pada Juni 2026, Abbas Sajwani sempat memberikan tur Amadea kepada Forbes ketika kapal tersebut berlabuh di Teluk Monako.

Sajwani mengungkapkan dirinya pernah mendapatkan tawaran untuk menjual kapal tersebut dengan harga lebih tinggi, tetapi memilih menolaknya.

“Saya suka interior kapal ini, saya suka gayanya,” ujar dia.

Salah satu fitur paling mencolok adalah patung stainless-steel berbentuk albatros seberat lima ton yang berada di bagian haluan kapal.

Setelah membeli Amadea, Sajwani bahkan mengubah helipad di bagian haluan menjadi lapangan pickleball.

Tawaran Pemenang Hanya Unggul US$1 Juta

Artikel Forbes mengenai Amadea tidak mengungkap harga transaksi. Namun, laporan tersebut menyebut Sajwani sebagai pemenang lelang dengan selisih tipis.

“Beruntunglah, Sajwani yang keluar sebagai pemenang. Tawaran yang tidak diungkapkan nilainya itu hanya US$ 1 juta (Rp 17,89 miliar) lebih tinggi dari tawaran tertinggi berikutnya.”

Laporan tersebut tidak menjelaskan bagaimana Sajwani mengetahui nilai tawaran peserta lainnya dalam proses lelang.

Harga Kapal Pesiar Mewah Terus Naik

Penjualan Amadea berlangsung ketika permintaan terhadap kapal pesiar mewah berkualitas tinggi terus meningkat.

Jumlah miliarder dunia yang telah melampaui 3.500 orang turut mendorong permintaan, sementara galangan kapal kelas atas kesulitan memenuhi pesanan baru.

Menurut Fraser Yachts, pada 2025 penjualan kapal pesiar bekas berukuran 30 meter atau lebih melonjak 36% menjadi US$6,44 miliar atau sekitar Rp115,2 triliun.

Setelah dilelang, data pelacak kapal dari VesselFinder menunjukkan Amadea sempat berlayar menuju Fort Lauderdale, Florida, dan Charleston, Carolina Selatan.

Para eksekutif industri kapal pesiar menyebut perjalanan tersebut berkaitan dengan perbaikan kecil serta peningkatan fasilitas sebelum kapal kembali digunakan pemilik barunya. (Lip6)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement