Asap Selimuti Pantai Labu, Camat Imbau Warga dan Nelayan Waspadai Jarak Pandang


PANTAI LABU (Waspada.id): Asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menyelimuti kawasan Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang, selama dua hari terakhir, Rabu dan Kamis (14–15 Oktober 2026). Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang di sejumlah wilayah, termasuk jalan protokol dan perairan laut, dilaporkan terganggu.
Menyikapi kondisi tersebut, Camat Pantai Labu Boby Arianto, S.STP., M.AP, mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di tengah laut maupun di kawasan pesisir.
Imbauan itu disampaikan Boby saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (15/10/26). Ia meminta nelayan menggunakan masker untuk mengurangi paparan partikel asap, serta memperhatikan kondisi jarak pandang sebelum memutuskan melaut.
Nelayan juga diminta menunda atau membatasi aktivitas melaut apabila asap semakin pekat dan jarak pandang sangat terbatas. Langkah tersebut dinilai penting untuk menghindari risiko tabrakan antar perahu maupun tersesat di laut.
" Nelayan juga kita imbau memastikan lampu perahu berfungsi dengan baik, dan membawa perlengkapan navigasi, serta keselamatan, seperti kompas atau GPS, alat komunikasi, jaket maupun pelampung," kata Boby.
Boby juga mengingatkan keluarga nelayan dan masyarakat pesisir agar mengurangi aktivitas di luar rumah pabila tidak mendesak, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, dan lanjut usia.
Selain itu, masyarakat juga diminta menjaga kesehatan dengan memperbanyak konsumsi air putih, dan segera mendatangi puskesmas terdekat jika mengalami gejala gangguan kesehatan, seperti sesak napas, batuk, atau iritasi mata akibat paparan asap.
Ia turut mengingatkan warga agar tidak membakar sampah maupun lahan di kawasan pesisir karena angin laut berpotensi mempercepat penyebaran api dan memicu kebakaran baru.
Untuk pengguna jalan, Boby Camat mengimbau kepada penguna lalu lintas hendak nya dapat berhati -hati berkendara untuk mengantisipasi jarak pandang.
Sementara itu, Akbar, salah seorang nelayan Desa Paluh Sibaji, membenarkan adanya kabut atau asap yang mengganggu jarak pandang saat melaut.
“Memang terlihat kabut di tengah laut saat kami mencari ikan. Namun, meskipun jarak pandang terganggu, kami masih tetap mencari dilaut," ujarnya.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat informasi terverifikasi mengenai sumber pasti asap maupun luas kebakaran yang diduga menjadi penyebab kondisi tersebut.(id.28/Idris Lubis)
Berita Terkait




























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda