Asing Borong SBN Rp28,79 Triliun, tetapi Jual Saham Indonesia Rp10,24 Triliun


JAKARTA (Waspada.id): Investor asing masih menunjukkan minat terhadap Surat Berharga Negara (SBN) pemerintah Indonesia di tengah ketidakpastian pasar keuangan global. Sepanjang kuartal III 2026, pembelian bersih atau net buy investor asing pada instrumen SBN mencapai Rp28,79 triliun.
Di sisi lain, pasar saham domestik justru menghadapi tekanan aksi jual. Investor asing tercatat membukukan penjualan bersih atau net sell saham hingga Rp10,24 triliun sepanjang periode yang sama.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan, porsi kepemilikan investor asing pada SBN meningkat 3,28% dibandingkan posisi akhir 2025. Kondisi ini menunjukkan minat investor global terhadap instrumen surat utang pemerintah Indonesia masih terjaga.
"Kita lihat pasar SBN cukup tangguh (resilient) di tengah volatilitas pasar keuangan global. Pada triwulan III 2026, kepercayaan investor global terhadap SBN domestik masih relatif tinggi," ujar Suahasil dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Perkembangan tersebut sejalan dengan data aliran modal asing yang dihimpun Bank Indonesia (BI). Hingga 23 Oktober 2026, Indonesia mencatatkan arus modal masuk bersih atau net inflow sebesar US$0,04 miliar pada awal kuartal IV.
Gubernur BI Destry Damayanti menyampaikan, aliran modal asing tersebut terutama ditopang transaksi pembelian SBN dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
"Dengan perkembangan tersebut, aliran investasi portofolio asing sepanjang Januari hingga 23 Oktober 2026 tercatat net inflows sebesar US$ 13,23 miliar," jelas Destry.
Investor Asing Beralih ke Instrumen SBN
Berbeda dengan pasar surat utang, kinerja pasar saham domestik masih menghadapi tekanan cukup besar. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 6.071,14 per 30 September 2026 atau terkoreksi 29,79% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Tekanan tersebut juga terlihat dari aktivitas investor asing. Sepanjang kuartal III 2026, investor asing membukukan net sell saham sebesar Rp10,24 triliun.
Sebelumnya, BI juga mencatat arus modal keluar bersih atau net outflow dari pasar keuangan sebesar US$0,08 miliar pada kuartal III 2026. Penarikan dana investor asing yang didominasi instrumen saham turut memberikan tekanan terhadap pergerakan IHSG.
Perbedaan arus investasi pada kedua instrumen tersebut memperlihatkan perubahan preferensi investor asing dalam mengelola portofolio. Ketika pasar saham menghadapi volatilitas dan tekanan jual, instrumen surat utang pemerintah masih menarik minat investor.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kepercayaan investor terhadap SBN domestik tetap berjalan di tengah dinamika pasar saham yang belum sepenuhnya pulih. Ke depan, perkembangan pasar keuangan global dan persepsi investor terhadap risiko aset di negara berkembang akan menjadi faktor penting yang memengaruhi arah aliran modal asing ke Indonesia. (Lip6)
Berita Terkait











































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda