Asri Ludin Tambunan Berikan Lahan Pinjam Pakai Guna Dongkrak Pendapatan Petani Cabai SibolangitAsri Ludin Tambunan Berikan Lahan Pinjam Pakai Guna Dongkrak Pendapatan Petani Cabai Sibolangit

SIBOLANGIT (Waspada.id): Bupati Deliserdang, dr. Asri Ludin Tambunan menyebutkan, Pemkab Deliserdang terus bergerak cepat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis potensi lokal.
Hal itu dikatakan Asri Ludin Tambunan, saat meninjau langsung penanaman cabai merah perdana Kelompok Tani (Poktan) Mekar Maninjau di Desa Betimus Mbaru, Kecamatan Sibolangit, pada lahan seluas empat hektare, Selasa (25/8/26).
Penanaman cabai bersama Ketua TP PKK, Jelita Asri Ludin Tambunan tersebut menjadi langkah strategis untuk mendongkrak perekonomian kelompok yang terdiri dari 20 anggota dengan memanfaatkan tanah pinjam pakai tanpa biaya sewa.
Target produksi cabai di lokasi ini diproyeksikan melonjak dua kali lipat menjadi 32 ton, dari potensi sebelumnya sekira 16 ton. Varietas lokal iggo tavvi dipilih karena sangat adaptif dengan karakteristik dataran Sibolangit, memiliki fisik buah yang panjang dan lebat, tahan terhadap virus, serta mampu dipanen sebanyak 16 hingga 18 kali dalam kurun masa tanam 3 hingga 4 bulan.
Dalam sesi dialog interaktif bersama pemerintah desa dan para anggota Poktan Mekar Tani, Bupati mencermati secara langsung perkembangan pendapatan yang diperoleh para petani dari hasil panen mingguan.
“Sebelumnya dari 1.000 meter persegi dapat uangnya berapa? tanya Bupati saat berdialog dengan perwakilan masyarakat.
“Sekitar Rp200 ribu per minggu Pak,” jawab salah seorang petani setempat.
Mendengar hal tersebut, Asri Ludin menghitung estimasi lonjakan pendapatan seiring bertambahnya luas lahan petani secara bertahap, hingga potensi maksimalnya.
“Berarti selama sebulan Rp800 ribu gitu? Nah, sekarang sudah bertambah lebih banyak, mudah-mudahan pendapatannya bisa meningkat berkali kali lipat. Inilah tujuan pemerintah memberikan tempat usaha ini supaya pendapatan petani meningkat bahkan hasilnya juga kita ambil,” papar Asri Ludin.
Ia juga berpesan agar bantuan tersebut dikawal secara tuntas oleh jajaran dinas terkait.
“Saya harap ini langkah awal meningkatkan perekonomian di Desa Betimus Mbaru. Saya titip ini kepada Kepala UPT dan penyuluh, saya pastikan 3 sampai 4 bulan lagi kita datang untuk melihat hasilnya,” tegasnya.
Kegiatan penanaman cabai ini turut didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui penyaluran Bantuan Pertanian Unggul Sumut Berkah dari Gubernur Sumatera Utara kepada Poktan Mekar Tani.
Kepala Dinas Pertanian Deliserdang, Elinasari Nasution memaparkan, untuk pertanaman empat hektare, petani disokong bibit cabai sebanyak 100 sachet (40 sachet disalurkan pada tahap awal), mulsa plastik, pupuk NPK Mutiara, pupuk urea, pupuk organik cair, pestisida, serta hand sprayer untuk penyemprotan hama.

Momen ini sekaligus menjadi sejarah baru dengan diterapkannya penyaluran alat dan mesin pertanian (alsintan) perdana yang ditempatkan secara terpusat di UPT BPPP Wilayah VII Kecamatan Sibolangit. Bantuan alsintan berupa hand traktor Kronos dan cultivator, kini disiagakan di UPT dan dapat dipinjam secara gratis oleh seluruh kelompok tani untuk mendukung percepatan olah tanah.
Salah seorang petani Desa Betimus Mbaru, Meson Bangun menyambut baik perhatian penuh Pemkab Deliaerdang dan Pemprov Sumut.
“Terima kasih banyak Pak Bupati atas pinjam pakai lahan ini. Namun, selama ini air susah Pak, kalau mau semai bibit kami harus bawa ke sungai. Kalau bisa kami mohon dibantu masalah air ini agar kerja kelompok tani lebih mudah,” ungkap Meson Bangun.

Nenada disampaikan oleh Roy Sitepu yang mengharapkan keberlanjutan dukungan pupuk dan obat-obatan pertanian.
Menanggapi keluhan masyarakat mengenai penyediaan air, Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR), Rahmadsyah akan melakukan survei lokasi sumber air guna merencanakan pembangunan jaringan perpipaan atau penampungan tandon.
Selain sektor hortikultura cabai, Desa Betimus Mbaru juga memiliki komoditas unggulan lain. Samaeperti manggis dan salak yang akan terus didorong pengembangannya sebagai penyangga ekonomi pertanian di Kecamatan Sibolangit.
Turut hadir sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait, anggota DPRD Merry Alfrida Br Sitepu, camat, jajran Pemerintah Desa Betimus Raya, dan anggota Poktan Mekar Tani.(id.28)



























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda