Breaking News
Memuat breaking news...

Atasi Kelangkaan, PT SBA Jalankan Arahan Gubernur Tambah Pasokan Semen

Redaksi
Redaksi
Selasa, 4 Agustus 2026 - 1.38 PM WIB
Atasi Kelangkaan, PT SBA Jalankan Arahan Gubernur Tambah Pasokan Semen
Dalam rapat evaluasi kelangkaan semen di Ruang Rapat Setda Aceh, Kantor Gubernur Aceh, pada Senin (3/8/2026), Adi Santosa menjelaskan bahwa selama ini kapasitas produksi semen curah di Aceh sebanyak 5.400 ton per hari.
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

BANDA ACEH (Waspada.id): Upaya Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), memacu gerakan Tim Pemerintah Aceh mengatasi kelangkaan semen telah mendorong PT Solusi Bangun Andalas (SBA) meningkatkan jumlah pasokan semen ke Aceh.

“Arahan Bapak Gubernur jelas, pasokan semen harus segera dipulihkan agar tidak menghambat pembangunan, khususnya program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana maupun kebutuhan masyarakat,” kata Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, di Banda Aceh, Selasa (4/8/2026).

Nurlis menyampaikan informasi peningkatan pasokan semen ke Aceh berdasarkan laporan Sekretarias Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir Syamaun, kepada Gubernur Mualem. “Sebagai koordinator tim, Sekda mengarahkan tim agar secepatnya menyelesaikan persoalan yang meresahkan masyarakat itu,” katanya.

Itulah sebabnya, Asisten II Setda Aceh Teuku Robby Izra yang ditunjuk Sekda Nasir sebagai koordinator lapangan bekerja keras untuk itu. Terbaru, Robby mengundang General Manager PT Solusi Bangun Andalas, R Adi Santosa, untuk ikut berembuk mengatasi kelangkaan semen di Aceh.

Dalam rapat evaluasi kelangkaan semen di Ruang Rapat Setda Aceh, Kantor Gubernur Aceh, pada Senin (3/8/2026), Adi Santosa menjelaskan bahwa selama ini kapasitas produksi semen curah di Aceh sebanyak 5.400 ton per hari.

Total produksi sampai saat ini yang mampu dipenuhi Semen Andalas 3.700 ton per hari atau 92.500 sak per hari. Sesuai Proyeksi SBA total kebutuhan Semen di Aceh Saat ini sebesar 4.200 ton per hari atau 105.000 sak per hari, maka terjadi defisit sekitar 500 ton per hari atau 12.500 sak per hari.

Dalam rapat yang dipimpin Robby, terjawab bahwa peningkatan kebutuhan semen tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas pembangunan di Aceh, terutama untuk mendukung pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi serta proyek-proyek pembangunan lainnya.

“Kondisi tersebut turut memengaruhi kenaikan harga semen di sejumlah wilayah Aceh, sehingga diperlukan langkah cepat untuk menjaga kelancaran distribusi dan stabilitas harga di pasaran,” kata Nurlis

Sebagai jalan keluarnya, SBA segera menambah jam operasional Terminal Pengisian Krueng Geukuh II dari 16 Jam menjadi 24 jam per hari dan menambah jumlah pasokan semen curah dari luar Aceh melalui tiga kapal pengiriman.

Adi Santosa menyampaikan dalam rapat, kapal pertama telah bersandar di Pelabuhan Krueng Geukuh pada 2 Agustus 2026 dengan membawa semen curah.

Ia menambahkan, pengiriman pasokan melalui kapal berikutnya akan terus dilakukan secara bertahap selama bulan Agustus 2026 untuk memastikan ketersediaan semen di Aceh tetap terjaga.

Sedangkan Pemerintah Aceh, sebagaimana disampaikan Robby dalam rapat tersebut, menyiapkan data terkait harga dan kebutuhan semen di Aceh per Kabupaten Kota di Aceh. Pemerintah Aceh mengimbau distributor menjaga ketersedian dan pengendalian harga semen agar tidak terjadi lonjakan harga ditingkat pengecer.

Nurlis menambahkan, Pemerintah Aceh akan terus melakukan evaluasi bersama PT Solusi Bangun Andalas dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan pasokan semen tetap terjaga, distribusi berjalan lancar, dan harga tetap terkendali.

“Sehingga kebutuhan masyarakat serta pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh tidak mengalami hambatan,” kata Nurlis.(rel)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement