Breaking News
Memuat breaking news...

Atasi Penumpukan Sedimen, UPI Jambo Aye Bersama Perwakilan Petani Sepakat Tutup Sementara Pintu Intake

Redaksi
Redaksi
Senin, 24 Agustus 2026 - 2.07 PM WIB
Atasi Penumpukan Sedimen, UPI Jambo Aye Bersama Perwakilan Petani Sepakat Tutup Sementara Pintu Intake
DI Jambo Aye-Langkahan. UPI Jambo Aye bersama perwakilan petani setempat, sepakat menutup sementara pintu intake bendung, untuk mendukung pekerjaan pembersihan debris dan sedimen. (Waspada.id/ist)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

ACEH UTARA (Waspada.id): UPI Jambo Aye bersama perwakilan petani setempat, sepakat menutup sementara pintu intake bendung, untuk mendukung pekerjaan pembersihan debris dan sedimen pada upstream bendung serta kantong lumpur DI Jambo Aye-Langkahan.

Ketua Unit Pengelolaan Irigasi (UPI) D.I. Jambo Aye-Langkahan, Ir. Setia Budi, ST., MT., kepada Waspada, Senin (24/8) menjelaskan, kesepakatan tersebut dicapai melalui Rapat Koordinasi dan sosialisasi penutupan sementara pintu Intake Bendung Jambo Aye dalam Rangka Pekerjaan Pembersihan Debris di Bendung dan Kantong Lumpur pada Sabtu (22/8).

Perwakilan petani yang hadir, diantaranya para Keujruen Blang dari kawasan aliran D.I. Jambo Aye - Langkahan. "​Pintu intake bendung disepakati ditutup sementara sampai dengan 31 Agustus 2026, dengan harapan pekerjaan dapat diselesaikan secepat mungkin," jelas Setia Budi.

Dalam kesempatan itu, Setia Budi menyampaikan, saat ini sedang dilaksanakan pekerjaan pembersihan berulang, terhadap debris pada area bendung. Pembersihan dan penggalian sedimen juga dilakukan pada kantong lumpur.

​Pekerjaan pembersihan dan penggalian tersebut telah dilaksanakan lebih dari enam kali, namun masih perlu dilakukan pembersihan kembali. Kondisi tersebut disebabkan oleh kondisi hulu Sungai Jambo Aye-Arakundo yang mengalami kerusakan, sehingga pada saat terjadi hujan material sedimen dan debris kembali terbawa ke arah bendung.

​Sedimentasi dan debris yang terus terbawa dari hulu menyebabkan material kembali menumpuk pada area bendung dan kantong lumpur. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu fungsi bendung dalam mengalirkan air ke jaringan irigasi.

​Pekerjaan yang sedang dilaksanakan merupakan penanganan lanjutan pada area Upstream Bendung dan Kantong Lumpur dari sisa volume pekerjaan yang dilaksanakan oleh pihak Nindya Karya selaku kontraktor. Waktu pelaksanaan pekerjaan tersisa sampai dengan tanggal 31 Agustus 2026.

​Dalam rangka mempercepat dan mempermudah pelaksanaan pekerjaan pembersihan dan penggalian, diperlukan penutupan sementara pintu intake bendung. Penutupan tersebut dimaksudkan agar pekerjaan dapat dilaksanakan secara optimal serta mencegah material sedimen yang telah dibersihkan kembali terbawa masuk ke jaringan irigasi.

​Apabila pekerjaan pembersihan tidak segera dilakukan, penumpukan sedimen pada bendung dan kantong lumpur dapat semakin mengurangi kapasitas aliran air. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat menyebabkan debit air yang masuk ke jaringan irigasi berkurang dan air tidak dapat mencapai bagian ujung jaringan.

​Penutupan pintu bendung direncanakan bersifat sementara selama pelaksanaan pekerjaan. Selama periode tersebut, kondisi jaringan irigasi tetap akan dipantau dan setelah pekerjaan selesai akan dilakukan evaluasi terhadap kondisi aliran air ke jaringan.

Sementara itu, ​pola tanam masyarakat tidak berlangsung secara serentak, sehingga kebutuhan air pada setiap wilayah berbeda.

"​Sebagai salah satu upaya sementara, apabila terdapat wilayah yang membutuhkan air dan pada saluran buangan di sekitar wilayah tersebut masih tersedia air, kami membantu menyediakan pompa air tanpa membebankan biaya sewa pompa kepada masyarakat," jelas Ketua UPI D.I. Jambo Aye-Langkahan.

​Selain pekerjaan pada bendung, pada ruas BMS-BMK juga sedang dilaksanakan pekerjaan penimbunan tanggul dan penggalian sedimen saluran. Pekerjaan tersebut merupakan pekerjaan tambahan berdasarkan permintaan masyarakat pada rapat sebelumnya.

​Kami harap masyarakat dapat memahami dan mendukung pelaksanaan penanganan ini karena pekerjaan pembersihan bendung dan kantong lumpur merupakan bagian penting untuk menjaga fungsi bendung, serta memperlancar distribusi air ke jaringan irigasi setelah pekerjaan selesai.

Ia ​mengharapkan PPA dapat lebih aktif dalam melakukan pemantauan terhadap kebersihan dan fungsi jaringan irigasi, serta segera melaporkan apabila terdapat PPA yang tidak melaksanakan tugasnya.​"Pelaksanaan pekerjaan diupayakan secara maksimal agar waktu penutupan dapat dipersingkat dan aliran air ke jaringan irigasi dapat segera kembali," sebutnya seraya menambahkan, apabila setelah pekerjaan selesai masih terdapat wilayah yang belum mendapatkan air secara optimal, akan dilakukan evaluasi dan koordinasi kembali bersama pihak terkait dan masyarakat.(Id71)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement