Badan Jalan Jadi Stok File Material Proyek "Siluman" di Kuala Beringin

AEKKANOPAN (Waspada.id): Tumpukan material batu kali yang diduga untuk bahan pekerjaan proyek di jalan Kuala Beringin Kecamatan Kualuh Hulu Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) sulitkan pengguna jalan yang melintas dan mengancam terjadinya kecelakaan.
Pasalnya, tidak saja tumpukan batu kali yang hampir menutup separuh badan jalan dan tepat berada di tikungan, namun kondisi jurang yang berada disisi badan jalan yang kecil membuat tingkat kerawanan pada ruas jalan semakin meningkat dan mengancam keselamatan pengguna jalan, terlebih disaat malam hari karena tidak adanya penerangan.
Hingga kini belum diketahui material yang menumpuk tersebut akan dipergunakan untuk keperluan apa.
Sebab di lokasi hanya tertera rambu-rambu yang bertuliskan "hati-hati jalan anda sedang diperbaiki" dan rangkaian tali mirip police line melingkari tumpukan batu tanpa ada kegiatan pekerjaan dan papan informasi proyek.
Beberapa warga Kuala Beringin yang melintas menyesalkan tingkah pihak yang tidak bertanggung jawab yang telah menumpuk material di badan jalan tersebut.
"Sudah ada berapa hari ini batunya menumpuk dijalan itu. Kita sangat terganggu kalau melintas. Karena disebelahnya jurang," ucap warga yang baru pulang beraktivitas dari lahan perkebunannya, Minggu (19/9).
Dari penelusuran Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Labura ditemukan adanya rencana pembangunan penahan jalan milik Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang.
Dimana pada laman LPSE tertulis Pembangunan bronjong penahan tanah jalan pada Desa Kuala Beringin dengan sumber dana berasal dari Transfer Keuangan Daerah (TKD) tahun 2026.
Ketika ditelusuri, rencana proyek ini telah selesai dilakukan penandatanganan kontrak pada 2 September 2026 yang dimenangkan oleh CV. Wirasena Mandiri yang beralamat kantor di Jalan Bunga Wijaya Kesuma Gg. Perbesi no.14 Kel. PB.Selayang II Kec. Medan Selayang dengan nilai kontrak sebesar Rp999.750.000.
Namun saat dikonfirmasi kepada Kepala Dinas PUTR Labura, Simon Barus, M.T, Minggu (19/9) yang merupakan Pejabat Penanggung jawab Kontrak (PPK) terkait tumpukan material apakah berkaitan dengan pekerjaan proyek yang di menangkan oleh CV.Wirasena Mandiri, Simon Barus mengakui jika material adalah untuk proyek dinas PUTR. "Iya bang, benar," jawabnya. (id31)














Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda