Breaking News
Memuat breaking news...

Bahlil: Impor Minyak Mentah Rusia Tahap Dua Mulai Berjalan

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 12 September 2026 - 6.27 AM WIB
Bahlil: Impor Minyak Mentah Rusia Tahap Dua Mulai Berjalan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan impor minyak mentah (crude oil) dari Rusia tahap kedua sudah mulai berjalan. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional di tengah kondisi geopolitik global yang penuh ketidakpastian.

Bahlil mengatakan, impor minyak mentah Rusia merupakan kesepakatan antarpemerintah yang dilakukan secara bertahap. Tahap pertama sebelumnya telah direalisasikan, sementara tahap kedua kini mulai diproses.

"Sudah, sudah, sudah mulai jalan ya," kata Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Menurut Bahlil, pengadaan minyak mentah dari Rusia merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu. Selain memenuhi kebutuhan nasional, kerja sama tersebut menjadi bagian dari diversifikasi sumber impor minyak mentah Indonesia.

"Kita sekarang ini lagi kondisi global kayak begini, kita mencari skala prioritas mana yang duluan bisa mendatangkan crude kita. Selama tidak menabrak aturan dan secara ekonomis masuk," ujar dia.

Bahlil menegaskan, pemerintah akan mengutamakan kepentingan rakyat dalam menentukan sumber pasokan energi, selama pengadaan tersebut tidak melanggar aturan dan tetap memenuhi pertimbangan ekonomi.

"Bayangkan, orang dunia lagi susah, kita masih pilih-pilih. Saya lebih mementingkan kepentingan rakyat daripada kepentingan lain. Apalagi kedaulatan bangsa kita tidak boleh diintervensi oleh siapapun. Karena kita menganut mazhab politik bebas aktif," sambung Bahlil.

Siapkan Kontrak Jangka Panjang

Sebelumnya, Bahlil mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan kontrak jangka panjang untuk pembelian minyak mentah dari Rusia. Proses pengadaan tersebut dilakukan oleh negara, bukan melalui Pertamina.

Pada Agustus lalu, Bahlil menyebut pembelian tahap pertama telah berhasil dilakukan, sedangkan tahap kedua masih dalam proses persiapan.

"Tahap pertama sudah. Tahap dua lagi berjalan. Nanti kita bikin kontrak jangka panjang kok," kata Bahlil usai pelantikan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.

Negara Pegang Kendali Pengadaan

Bahlil menjelaskan, pengadaan minyak mentah Rusia dilakukan oleh Lemigas di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM.

Ia menekankan, keterlibatan langsung negara dalam pengadaan tersebut bertujuan memastikan prosesnya berjalan sesuai kepentingan nasional.

"Ingat ya, yang melakukan pengadaan itu bukan Pertamina ya, negara. Jadi, negara enggak boleh diintervensi oleh negara lain, ya. Ini negara. Jadi, jangan dipleset-plesetin, yang melakukan impor adalah negara," tegas dia.

Setelah minyak mentah tiba di Indonesia, pemerintah akan menentukan penyalurannya sesuai kebutuhan dan kepentingan nasional. Bahlil menyebut langkah tersebut diarahkan untuk menjamin ketahanan energi sekaligus memenuhi kepentingan rakyat.

"Setelah negara ambil, baru negara mau siapkan untuk ke mana untuk kepentingan rakyat, bangsa, dan negara, itu urusan negara lah, dan negara kita ini kan menganut asas bebas aktif," kata dia.

Bahlil juga menegaskan Indonesia akan tetap menjaga independensi dalam menjalin kerja sama energi dengan negara lain.

"Kita tidak mendikte negara lain, tapi negara lain juga tidak boleh mendikte kita, ya. Independensi negara kita harus kita jaga sebagai bagian daripada pengabdian kita kepada Ibu Pertiwi," imbuh Bahlil. (Lip6)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement