Breaking News
Memuat breaking news...

Bahlil Sebut Proses Ekspor Listrik ke Negara Tetangga Masih Alot

Redaksi
Redaksi
Rabu, 23 September 2026 - 9.11 AM WIB
Bahlil Sebut Proses Ekspor Listrik ke Negara Tetangga Masih Alot
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap proses negosiasi rencana ekspor listrik Indonesia ke negara tetangga masih berlangsung alot.

Bahlil menegaskan Indonesia pada prinsipnya terbuka untuk mengekspor listrik ke negara tetangga. Namun, kerja sama tersebut harus dilakukan berdasarkan prinsip saling menguntungkan dan tidak boleh ada pihak yang merasa ditekan.

"Bagi kami Indonesia tidak apa-apa kita ekspor karena kita harus saling membantu," ujar Bahlil dalam acara Electricity Connect 2026 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (22/9).

Bahlil Tolak Harga Ekspor Listrik Ditentukan Sepihak

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian dalam proses negosiasi adalah penentuan harga listrik yang akan diekspor.

Bahlil menegaskan Indonesia tidak ingin harga ekspor ditentukan secara sepihak berdasarkan kepentingan negara pembeli. Menurutnya, kerja sama energi harus memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

"Kerja sama itu saling menguntungkan, bukan kerja sama itu saling menekan. Tidak boleh. Saya tidak mau seperti itu," ujar Bahlil.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil di tengah pembahasan pemerintah mengenai peluang ekspor listrik ke negara-negara tetangga. Indonesia sebelumnya juga terus mengembangkan kapasitas pembangkit dan infrastruktur kelistrikan untuk memenuhi kebutuhan energi domestik sekaligus membuka peluang kerja sama energi lintas negara.

Bahlil mengatakan, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada prinsipnya ingin membangun hubungan baik dengan seluruh negara.

Namun, hubungan tersebut menurutnya harus dilandasi etika dan sikap saling menghormati, termasuk ketika melakukan negosiasi kerja sama energi.

"Jangan coba-coba menekan negara kami. Jangan coba-coba," ujar Bahlil seraya mengangkat satu jari telunjuknya dan menggoyangkannya ke kanan dan kiri sebagai isyarat penolakan keras terhadap segala bentuk penekanan.

Ia menegaskan Indonesia tetap menjalankan prinsip politik luar negeri bebas aktif dalam membangun hubungan dengan negara lain.

Ingatkan Negara Tetangga soal 'Adat Ketimuran'

Bahlil juga meminta negara-negara tetangga mengedepankan pendekatan yang sesuai dengan adat ketimuran ketika melakukan negosiasi dengan Indonesia.

Menurutnya, hubungan antarpihak harus tetap dijaga meskipun terdapat perbedaan kepentingan dalam menentukan harga maupun skema kerja sama ekspor listrik.

"Saya tahu kalian punya cara-cara main itu. Saya tahu kalian. Saya sebagai orang timur sangat menghargai hubungan kekeluargaan, tapi jangan membuat ketersinggungan sesama keluarga. Itu dampaknya akan kurang bagus," ujar Bahlil.

Dengan demikian, pemerintah tetap membuka peluang ekspor listrik Indonesia ke negara tetangga, tetapi Bahlil menekankan bahwa kesepakatan harus dibangun atas dasar kesetaraan, saling menguntungkan, dan penghormatan terhadap kepentingan masing-masing negara. (cnni)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement