Breaking News
Memuat breaking news...

Balige Writers Festival 2026 Angkat Tema "Membaca Sumatra", Hadirkan 40 Penulis Nasional dan Lokal

Redaksi
Redaksi
Rabu, 29 Juli 2026 - 7.25 PM WIB
Balige Writers Festival 2026 Angkat Tema "Membaca Sumatra", Hadirkan 40 Penulis Nasional dan Lokal
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

TOBA (Waspada.id) : Balige Writers Festival (BWF) 2026 kembali digelar dengan menghadirkan lebih dari 20 program yang melibatkan sekitar 40 penulis nasional dan lokal. Festival sastra yang memasuki penyelenggaraan keempat ini akan berlangsung di Toba Art Space, Balige, mulai 30 Juli hingga 2 Agustus 2026.

Mengusung tema "Membaca Sumatra" dengan subtema "Marsirimpa" yang berarti gotong royong, BWF 2026 menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari diskusi dan peluncuran buku, kelas kreatif, pembacaan karya sastra, bazar buku, pameran seni rupa hingga berbagai aktivitas yang terbuka untuk masyarakat.

Manager Balige Writers Festival, Ita Siregar, mengatakan seluruh rangkaian acara dirancang agar dapat dinikmati berbagai kalangan sekaligus memperkuat posisi Balige sebagai ruang bertemunya para penulis, pembaca, dan pelaku budaya.

"Balige Writers Festival tahun ini mengangkat tema Membaca Sumatra dengan semangat Marsirimpa atau gotong royong. Kami berharap festival ini menjadi ruang kolaborasi bagi penulis, seniman, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama memajukan literasi dan kebudayaan," ujar Ita Siregar saat konferensi pers di Toba Art Space, Balige, Rabu (29/7/2026).

Ia menjelaskan, tahun ini BWF mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Program Emerging Writers dalam skema Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya, yang bertujuan menjaring, mengembangkan, serta mempromosikan talenta seni budaya Indonesia secara berkelanjutan.

Sebelumnya, pada 21–24 Mei 2026, BWF telah menggelar MTN Lab berupa lokakarya bagi tujuh penulis muda terpilih dari berbagai daerah di Sumatra. Mereka adalah Fitriya Ningrum (Tanjung Pinang), Gisti Kartika (Pesisir Selatan, Sumatra Barat), Haryadi Yansyah (Palembang), Wendy Fermana Putra (Lubuklinggau), Nanda Winar Sagita (Takengon, Aceh Tengah), Pringadi Abdi Surya (Banda Aceh), serta Sri Yuni Dame Hutajulu dari Laguboti, Kabupaten Toba.

Lokakarya yang dimentori penulis Benny Arnas tersebut menghasilkan buku kumpulan cerpen berjudul Tak Ada Na Niarsik Sempurna Hari Ini yang akan didiskusikan dan dipresentasikan selama festival berlangsung.

Selain itu, sebanyak 17 guru SD di Kabupaten Toba yang sebelumnya mengikuti pelatihan menulis pada BWF 2024 juga akan meluncurkan empat buku cerita bergambar yang berisi karya mereka.

BWF 2026 juga menghadirkan diskusi panel yang melibatkan perwakilan Toba Initiatives, PT Inalum, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toba, serta penulis Benny Arnas. Pada kesempatan tersebut, panitia juga akan memberikan Penghargaan Bisuk Siahaan dengan menghadirkan peneliti budaya Batak Manguji Nababan dan Precilia Siahaan, putri almarhum Dr. Bisuk Siahaan.

Bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toba, festival juga menyelenggarakan Program Tamu BWF 2026 untuk menarik lebih banyak wisatawan berkunjung ke Balige. Selama festival berlangsung, pengunjung dapat menikmati bazar buku, UMKM kuliner khas Toba, serta pameran seni rupa yang menampilkan karya enam seniman dari wilayah Toba.

Tak hanya itu, para penulis juga dijadwalkan mengunjungi kawasan Sungai Asahan atas undangan PT Inalum guna mengenal sejarah dan potensi alam yang menjadi sumber energi pembangkit listrik tenaga air.

Ita Siregar berharap Balige Writers Festival 2026 dapat menjadi momentum untuk memperkuat budaya literasi sekaligus mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di kawasan Danau Toba.

"Kami mengundang seluruh masyarakat untuk datang dan menikmati seluruh rangkaian kegiatan. Festival ini tidak berbayar dan terbuka bagi siapa saja dan kami berharap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta semakin mengenalkan Balige sebagai destinasi sastra dan budaya," tutupnya. (Id52)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement