Balita di Tebingtinggi Alami Penyakit Langka

TEBINGTINGGI (Waspada.id): Seorang bayi berusia 4 tahun 4 bulan, sebut saja namanya Agung, anak dari pasangan Rony Hardiansyah, 33, dan ibunya Rismawaty, 30, warga Link. 05, Jalan Lama, Kel. Sri Padang, Kec. Rambutan, menderita penyakit langka di bagian otak. Akibatnya, mengalami kelumpuhan tidak wajar hanya dalam hitungan tiga bulan.
Keterangan yang dihimpun dari orang tua penderita, Senin (28/9), menyebutkan awalnya penderita mengalami sempoyongan, dan sering jatuh, saat berjalan meski badannya tak menunjukkan tanda-tanda sakit. Tapi pada saat duduk, bisa saja tiba- tiba si penderita jatuh ke belakang dengan sendirinya. Bahkan anaknya saat tidur tubuhnya sering melunjak-lunjak dan kejang-kejang sendiri.
Orang tuanya pun merasa curiga dengan penyakit yang di derita salah satu anak kembarnya itu. Orang tuanya yang bekerja sebagai supir angkutan kota (Angkot), membawanya ke praktek dokter anak. Diagnosis sementara dokter spesialis anak si penderita mengalami penyakit epilepsi. Berikutnya si penderita di bawa ke RSKP bertemu dokter syaraf untuk pemeriksaan dan harus rawat inap. Kemudian hasil pemeriksaan EEG (elektronsetalografi) di RSKP tidak diketahui orang tua. Belakangan diketahui aliran di otak si penderira terlalu tinggi. Pihak RSKP merujuknya ke RS Adam Malik, Medan untuk melakukan pemeriksaan MRI.

Ibu Agung saat menggendong anaknya berobat di RS rujukan di Medan. Waspada.id/Ist
Namun sebelum dibawa rujuk, diperiksakan oleh orang tuanya ke klinik syaraf di Jln. RS Umum. Konsultasi dengan dokter syaraf menyebutkan si penderita terserang penyakit langka yang berasal dari bawaan lahir. "Ini merupakan bawaan sejak lahir," tutur Rony mengutip keterangan dokter syaraf.
Sedangkan hasil MRI (magnetic resonance imaging) melalui pemeriksaan di RS rujukan di Medan, menyatakan ada kabut putih di otak penderita yang efeknya menggerogoti imun tubuh penderita. Imbas dari menggerogoti iman tubuh berlanjut jadi gangguan syaraf bicara dan gangguan syaraf gerak si penderita. "Kata dokter ini penyakit langka," pungkas Rony.
Aktifis sosial Surya Ningsih yang juga Ketua LSM Laksamana, mengatakan selama proses pemeriksaan kesehatan anaknya, telah banyak dana yang dikeluarkan orang tuanya hingga harus berutang kesana kemari serta bantuan keluarga. Aktifis sosial yang akrab di panggil Echy Sirait ini, berharap ada donatur yang bisa membantu biaya pengobatan anak itu. "Selain untuk ilmu pengetahuan di dunia medis," pungkas dia. Agung adalah anak ketiga dari keluarga Rony. (Lik)
















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda