Banda Aceh Raih ADINKES Award 2026, Komitmen Pengendalian P2ATM Terus Diperkuat


BANDA ACEH (Waspada.id): Pemerintah Kota Banda Aceh menerima penghargaan ADINKES Award 2026 atas komitmen dan kontribusinya dalam mewujudkan sistem kesehatan yang tangguh dan berkelanjutan untuk pencegahan dan pengendalian AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (P2ATM).
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, yang diserahkan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, pada Selasa (3/11) di Harris Convention Hall, Bandung, Jawa Barat. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Wahyudi, S.STP., M.Si.
ADINKES Award merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Asosiasi Dinas Kesehatan (ADINKES) sebagai bentuk apresiasi terhadap komitmen dan kontribusi pemerintah daerah dalam penguatan pembangunan sektor kesehatan, khususnya upaya pencegahan dan pengendalian AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria.
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh dalam memperkuat pembangunan sektor kesehatan melalui kolaborasi dan sinergi berbagai pihak.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota Banda Aceh untuk terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Upaya pencegahan dan pengendalian AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria membutuhkan kerja sama seluruh sektor, sehingga kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, mitra, dan masyarakat harus terus diperkuat,” ungkapnya.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Wahyudi, S.STP., M.Si., berfoto bersama dengan piagam penghargaan ADINKES Award 2026. (Waspada.id/Ist)
Pencapaian ini merupakan bentuk pengakuan atas komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh dalam mengintegrasikan program P2ATM ke dalam perencanaan dan penganggaran daerah, serta memperkuat kemitraan dan kolaborasi lintas sektor.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Wahyudi, S.STP., M.Si., menjelaskan bahwa penguatan program P2ATM di Kota Banda Aceh tidak terlepas dari dukungan dan pendampingan ADINKES melalui ADINKES Aceh yang telah berlangsung sejak 2022 hingga saat ini.
“Pendampingan ADINKES melalui ADINKES Aceh telah memberikan dukungan dalam penguatan pelaksanaan program P2ATM di Kota Banda Aceh. Kolaborasi ini tidak hanya berhenti sampai saat ini, tetapi juga direncanakan terus berlanjut pada 2027. Kami berharap sinergi ini semakin memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria secara terintegrasi dan berkelanjutan,” ujarnya.
Keberlanjutan pendampingan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas daerah, meningkatkan koordinasi lintas sektor, serta memastikan pelaksanaan program pencegahan dan pengendalian AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria berjalan secara terintegrasi.
Penghargaan ini juga sejalan dengan visi Pemerintah Kota Banda Aceh, yaitu “Banda Aceh Kota Kolaborasi”, serta perwujudan misi pertama, yakni peningkatan kualitas pelayanan dasar, salah satunya melalui sektor kesehatan.
Melalui pencapaian ini, Pemerintah Kota Banda Aceh bersama Dinas Kesehatan berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, tenaga kesehatan, mitra pembangunan, dan masyarakat dalam mewujudkan sistem kesehatan yang tangguh dan berkelanjutan. (id65)
Berita Terkait











































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda