Breaking News
Memuat breaking news...
Advertisement

Bangun Harapan dari Dinding Rumah hingga Jembatan: Wujud Hati TNI di TMMD ke-130 Aceh Tenggara

Redaksi
Redaksi
Jumat, 30 Oktober 2026 - 11.45 AM WIB
Bangun Harapan dari Dinding Rumah hingga Jembatan: Wujud Hati TNI di TMMD ke-130 Aceh Tenggara
Bangun Harapan dari Dinding Rumah hingga Jembatan: Wujud Hati TNI di TMMD ke-130 Aceh Tenggara. Waspada.id/Seh Muhammad Amin
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

KUTACANE (Waspada.id): Di balik deru mesin dan peluh yang menetes, Satgas TMMD Reguler ke-130 Kodim 0108/Aceh Tenggara membangun lebih dari sekadar bangunan. Mereka membangun harapan.

Jumat (30/10/2026), di Desa Lawe Sagu Hulu, Kecamatan Lawe Bulan, rumah milik Bapak Pauzan yang sebelumnya tak layak huni, kini perlahan berubah. Dipimpin Serka Mulyono, personel Satgas bekerja dengan penuh kesungguhan dan ketelitian, memastikan setiap paku dan papan terpasang dengan hati.

Bagi Pauzan, rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) ini bukan sekadar perbaikan dinding. Ini adalah harapan baru untuk keluarganya.

"Terima kasih TNI, rumah kami kini lebih baik dan nyaman," ucapnya lirih penuh syukur.

Bangun Harapan dari Dinding Rumah hingga Jembatan: Wujud Hati TNI di TMMD ke-130 Aceh Tenggara

Kepedulian yang sama terlihat di sudut desa lainnya. Pembangunan fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) terus dikebut. Hingga kini progres telah mencapai 15 persen. Personel Satgas bersama warga bergotong royong memasang rangka pintu dan menyempurnakan dinding di bawah terik matahari.

MCK ini begitu berarti. Selama ini warga masih bergantung pada sungai. Kehadirannya nanti akan menghadirkan sanitasi yang layak dan mendorong pola hidup bersih dan sehat.

Tak jauh dari sana, di Desa Lawe Kulok, pengecoran dinding Armco untuk jembatan juga terus berjalan. Dipimpin Serma Andi, pekerjaan ini menjadi urat nadi baru bagi warga, terutama untuk mengakses kebun mereka.

Dansatgas TMMD ke-130, Letkol Czi Arya Murdiyantoro, S.T., menegaskan seluruh pekerjaan harus mengutamakan kualitas, bukan asal jadi.

"Kami ingin hasilnya kuat, tahan lama, dan benar-benar bermanfaat untuk masyarakat," tegasnya.

Warga menyambut dengan syukur. Jembatan itu kelak akan memperlancar aktivitas, mengangkut hasil kebun, dan menggerakkan ekonomi desa.

Dari rehab rumah, membangun MCK, hingga mengecor jembatan, semua menjadi satu rangkaian pengabdian. Inilah wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. TNI bekerja dengan hati, mengabdi tanpa henti.(id80)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement