Banjir Bandang Patahkan Tiang Jembatan Besi Titi Paku, Rumah Warga Terancam Longsor


SERGAI (Waspada.id): Banjir bandang yang menerjang Sungai Lembah Sari, Rabu (28/10/2026) malam, menyebabkan tiang beton penyangga jembatan Titi Paku patah dan jatuh ke dasar sungai.
Jembatan panjang 100 meter tersebut menghubungkan Desa Paku, Kecamatan Galang, Kabupaten Deliserdang, dengan Desa Kotari Baru, Dusun IV Lembah Sari, Serdangbedagai (Sergai). Sejumlah rumah warga di Dusun IV Lembah Sari, Kabupaten Serdangbedagai juga terancam longsor akibat tebing sungai terkikis.
Kepala Desa Kotari Baru, Zulkifli, mengatakan sebanyak 10 kepala keluarga (KK) terdampak banjir tersebut. Dari jumlah itu, dua rumah milik Sukedi dan Legino mengalami kerusakan parah pada bagian dapur.
"Yang dapurnya rusak parah, Sukedi dan Legino," kata Zulkifli saat dikonfirmasi Waspada.id Jumat (30/10/2026).
Ia menyebutkan, kerusakan barang-barang milik warga antara lain springbed, lemari, mesin cuci, kulkas dan kursi. Total kerugian akibat banjir diperkirakan mencapai Rp50 juta.

Rumah tempat tinggal warga yang terendam banjir setinggi 1 meter, saat banjir bandang, Rabu malam. Foto dijepret Jumat (30/10). Waspada.id/Bambang
Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Pemerintah Desa Kotari Baru juga telah memberikan bantuan sembako kepada warga terdampak pada hari kejadian.
Sementara, Yusmaniar, 45, dan Pratiwi, 26, warga yang tinggal di pinggir Sungai mengaku terkejut saat banjir datang. Ketika itu mereka sedang tidur sekitar pukul 01.00 WIB, Kamis dini hari.
Mereka terbangun setelah mendengar orang melintas. Tidak lama kemudian, air sungai semakin besar dan masuk ke rumah.
"Kami tidak bisa menyelamatkan barang-barang. Semua habis, buku pelajaran anak sekolah, pakaian kami basah, beras basah. Alat-alat elektronik juga terendam," ujar Yusmaniar kepada Waspada.id Jumat (30/10/2026) sore.

Buku pelajaran milik anak sekolah dan sepatu yang dijemur diatas tanah beralaskan ambal, pasca banjir, Jumat (30/10). Waspada.id/Bambang
Ia mengatakan air masuk ke rumah sekitar satu meter. Lumpur yang terbawa banjir mencapai sekitar 50 sentimeter. Saat air semakin tinggi, mereka berusaha menyelamatkan diri ke jalan. Barang-barang di dalam rumah tidak sempat dibawa.
"Korban jiwa tidak ada, Pak. Tapi suami saya hampir hanyut karena menyelamatkan barang," katanya.
Yusmaniar dan Pratiwi berharap pemerintah segera membantu warga yang tinggal di pinggir sungai. Ia meminta tebing sungai diperkuat agar tidak semakin terkikis.
"Kami mohon bantuan pemerintah. Tolonglah pinggir sungai ini dibuat penahan atau bronjong, Pak. Jangan sampai ada korban jiwa," harapnya.

Rumah tempat tinggal warga yang terancam roboh, akibat dinding Sungai Lembah Sari abrasi, Jumat (30/10).Waspada.id/Bambang
Kerusakan jembatan Titi Paku juga membuat truk pengangkut sawit tidak bisa melintas. Warga menyebut kondisi itu mengganggu pengangkutan hasil panen. (bs)
Berita Terkait











































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda