Banjir dan Longsor Terjang 4 Kecamatan di Aceh Tenggara


KUTACANE (Waspada.id): Banjir dan tanah longsor melanda empat kecamatan di Kabupaten Aceh Tenggara, Minggu (11/10) dini hari.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tenggara, Mohd. Asbi, S.T., mengatakan lokasi terdampak meliputi tujuh desa, yakni Desa Kati Maju di Kecamatan Ketambe, Desa Pulo Nas Baru di Kecamatan Lawe Bulan, Desa Pulo Lateng di Kecamatan Babussalam, serta Desa Lawe Kihing, Desa Bambel Gabungan, Desa Terutung Seperai, dan Desa Terutung Megara Asli di Kecamatan Bambel.
"Hujan lebat dengan intensitas tinggi mengguyur Aceh Tenggara sejak Jumat (9/10), mengakibatkan banjir dan longsor," kata Asbi kepada Waspada.id, Minggu (11/10) siang.

Ia menjelaskan, hujan berdurasi panjang itu menyebabkan debit Sungai Lawe Bulan meningkat signifikan. Tekanan arus membuat tanggul sungai jebol di Desa Pulo Mas Baru sehingga air meluap ke permukiman warga.
Selain banjir, hujan juga membuat lereng di ruas jalan nasional Kutacane–Blangkejeren labil sehingga terjadi longsor di Desa Kati Maju. Material tanah dan lumpur menutupi badan jalan dan menyebabkan kemacetan panjang.
Dampak lainnya, intake sumber air bersih SPAM Lawe Harum milik PDAM Tirta Agara hanyut tergerus banjir. Tanggul penahan tebing Sungai Lawe Bulan/Lawe Kisam di Desa Lawe Kihing jebol sepanjang 50 meter.
Banjir juga merendam lahan pertanian seluas 15 hektare di Desa Lawe Kihing, Bambel Gabungan, dan Terutung Seperai. Akses jalan nasional Kutacane–Medan di Desa Bambel Gabungan–Terutung Megara Asli terendam air setinggi 30–50 sentimeter.

Gudang logistik BPBD dan fasilitas SMPIT Al Khansa turut tergenang.
BPBD telah mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan pendataan, menurunkan satu unit ekskavator untuk membersihkan material longsor di Desa Kati Maju, serta mengeruk kayu gelondongan yang menutup aliran di Jembatan Bailey Pulo Latong.
"Personel Damkar BPBD juga membersihkan endapan lumpur di ruas jalan Pulo Nas Baru–Lawe Rutung dan melakukan penutupan tanggul serta normalisasi sungai di Desa Lawe Kihing. Hingga kini, air masih tergenang," pungkas Asbi. (id80)



















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda