Breaking News
Memuat breaking news...

Banjir Kepung Abdya, Permukiman dan Sawah Terendam

Redaksi
Redaksi
Kamis, 13 Agustus 2026 - 11.26 PM WIB
Banjir Kepung Abdya, Permukiman dan Sawah Terendam
Banjir merendam badan jalan dan areal persawahan di Gampong Mesjid, Kecamatan Tangan-Tangan, Abdya, Kamis malam (13/8).Waspada.id/Syafrizal
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

BLANGPIDIE (Waspada.id): Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Kamis (13/8), memicu banjir di sejumlah wilayah.

Genangan tidak hanya merendam ruas jalan nasional, tetapi juga mulai memasuki permukiman warga dan menggenangi areal persawahan.

Di Kecamatan Babahrot, banjir dilaporkan merendam Gampong Ie Mirah, Pante Rakyat dan Pantai Cermin. Sementara di Kecamatan Tangan-Tangan, luapan Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Tangan-Tangan menggenangi Gampong Mesjid dan sejumlah lahan pertanian warga.

Di Gampong Ie Mirah, Kecamatan Babahrot, air mulai meninggi sekitar pukul 18.30 WIB. Genangan bahkan dilaporkan mencapai lutut orang dewasa di sejumlah lokasi, sedangkan di badan jalan terdapat titik dengan ketinggian air hingga sekitar pinggang. “Mulai sekitar pukul 18.30 WIB. Tingginya ada yang sampai lutut, kalau di jalan ada yang sampai pinggang,” kata warga Gampong Ie Mirah, Yuli Andrea.

Menurut Yuli, kondisi banjir kali ini lebih parah dibandingkan genangan yang selama ini terjadi di kawasan tersebut. Biasanya, banjir hanya menggenangi ruas Jalan 30, namun kali ini air telah meluas hingga ke kawasan permukiman dan memasuki rumah warga. “Biasanya Jalan 30 saja yang banjir, tapi hari ini sudah sampai ke rumah warga,” ujarnya.

Genangan juga mengganggu arus lalu lintas di jalan nasional yang melintasi kawasan Babahrot. Sejumlah kendaraan harus melintas secara hati-hati karena ketinggian air cukup signifikan.

Situasi sempat semakin mengkhawatirkan, setelah seorang warga dilaporkan hanyut terbawa arus. Namun, warga tersebut telah ditemukan dan hingga laporan ini disusun belum terdapat informasi mengenai korban jiwa.

Sebelumnya, hujan deras juga menyebabkan sejumlah titik jalan nasional di Gampong Pante Rakyat dan Pantai Cermin terendam. Di Pantai Cermin, genangan terlihat di depan SPBU Babahrot dan kawasan depan PT Bumi Babahrot.

Warga menyebut tingginya debit air berkaitan dengan hujan deras yang berlangsung selama beberapa jam. Kondisi saluran pembuangan yang tidak mampu menampung debit air turut memperparah genangan di sejumlah titik.

Luapan Krueng Tangan-Tangan

Di Kecamatan Tangan-Tangan, banjir terjadi akibat meluapnya DAS Krueng Tangan-Tangan. Air berwarna keruh dengan arus cukup deras menerjang sebagian kawasan permukiman Gampong Mesjid.

Keuchik Gampong Mesjid, Kasman, mengatakan luapan sungai menyebabkan sejumlah rumah warga tergenang. Akses jalan antardesa yang menghubungkan Gampong Mesjid dengan Pante Geulumpang juga sempat terganggu selama beberapa jam. “Banjir luapan ini membuat sebagian pemukiman warga tergenang. Akses jalan lintas desa bahkan sempat terhenti beberapa jam karena arusnya sangat deras,” kata Kasman.

Banjir tidak hanya mengancam permukiman dan mengganggu mobilitas warga, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap sektor pertanian.

Hamparan sawah warga ikut terendam ketika tanaman padi memasuki fase keluar malai. Pada fase tersebut, genangan yang berlangsung terlalu lama dikhawatirkan mengganggu pertumbuhan tanaman dan berpotensi menurunkan hasil produksi.

Petani kini berharap air segera surut sehingga tanaman padi tidak mengalami kerusakan lebih parah, terutama jika hujan kembali mengguyur kawasan hulu.

Hingga Kamis malam, warga di sejumlah lokasi terdampak masih bersiaga mengantisipasi kemungkinan banjir susulan. Intensitas hujan memang mulai menurun, namun debit air di beberapa kawasan masih menunjukkan kecenderungan meningkat.

Banjir yang meluas ke permukiman dan areal persawahan tersebut juga menjadi pengingat perlunya penanganan terhadap sistem drainase serta kondisi daerah aliran sungai di wilayah Abdya, khususnya pada kawasan yang berulang kali mengalami genangan saat hujan berintensitas tinggi.

Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh data resmi mengenai jumlah rumah, luas areal persawahan, maupun total warga yang terdampak banjir, dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Abdya.(id82)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement