Banjir Kepung Aceh Tenggara, Warga Bertahan di Tengah Genangan


KUTACANE (Waspada.id): Banjir kembali melanda Kabupaten Aceh Tenggara, Rabu (28/10) pukul 09.15 WIB. Sejumlah permukiman warga terendam setelah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur wilayah itu sejak Senin malam hingga Rabu (28/10) pukul 22.00 WIB. Beruntung, tidak ada korban jiwa.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tenggara, Mohd Asbi ST MM, mengatakan sedikitnya delapan kecamatan terdampak.
"Desa Kuning I, Pinding, Pancar Iman, Bambel Gabungan, Terutung Seperai, Likat, Rikit di Kecamatan Bambel. Kemudian Lawe Sagu Hulu dan Kandang Mbelang Mandiri di Lawe Bulan, Bunga Melur di Deleng Pokhkisen, Kumbang Jaya di Badar, serta Terutung Megara Lawe Pasaran Dusun Nasi di Lawe Sumur," ujar Asbi kepada Waspada.id saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, hujan berdurasi lama itu mengakibatkan debit air Sungai Lawe Alas, Lawe Kinga, Lawe Bulan dan Lawe Kisam meningkat signifikan.
Tingginya debit air ditambah lemahnya pertahanan tanggul serta pendangkalan sedimen di Daerah Aliran Sungai (DAS) membuat air meluap hingga menggenangi permukiman dengan ketinggian 0,5 hingga 1 meter.

Petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD hingga kini masih melakukan pendataan di lapangan terhadap permukiman, lahan pertanian dan fasilitas umum yang terdampak.
Beberapa dampak terlihat cukup parah. Aliran sungai di bawah jembatan Desa Kuning I tersumbat material, sehingga air meluap ke jalan nasional dan menyebabkan kemacetan panjang.
Tanggul Sungai Lawe Kinga di Desa Kuta Lesung jebol, membuat aliran sungai berpindah ke permukiman Desa Pinding dan merusak lahan pertanian warga.
Tanggul Sungai Lawe Kisam juga mengalami abrasi dan jebol di Desa Bambel Gabungan dan Dusun Nasi Desa Terutung Megara Lawe Pasaran. Di Desa Bunga Melur, jebolnya tanggul membuat air mengarah ke permukiman Lawe Sagu Hulu dan Kandang Mbelang Mandiri.
Bahkan jembatan gantung Kumbang Jaya - Gulo atau Jembatan Perintis Garuda amblas tergerus banjir Sungai Lawe Alas.
BPBD bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dan Satgas Penanggulangan Risiko Bencana (PRB) telah menurunkan alat berat di sejumlah titik.
"Alat berat kami turunkan di jembatan Desa Kuning I untuk pengerukan material dan normalisasi, di Desa Kuta Lesung untuk menutup tanggul jebol, serta di Desa Bunga Melur menggunakan bantuan pihak swasta untuk membuat tanggul sementara," kata Asbi.
Hingga berita ini ditayangkann, hujan masih mengguyur dan sejumlah rumah warga masih tergenang air.(id80)
Berita Terkait









































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda