Banjir Rendam 12 Gampong di Matangkuli, Debit Air Sungai Masih Meningkat


ACEH UTARA (Waspada.id): Luapan Sungai Krueng Keurtoe dan Sungai Krueng Pirak akibat tingginya curah hujan di kawasan pegunungan bagian hulu menyebabkan banjir merendam 12 gampong di Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara, Senin (26/10/2026).
Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto, S.H., M.H., melalui Kapolsek Matangkuli IPTU Aulia Iskandar mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan sejak pukul 07.00 WIB, ketinggian genangan air di wilayah terdampak berkisar antara 20 hingga 50 sentimeter.
"Luapan Sungai Krueng Keurtoe dan Sungai Krueng Pirak terjadi akibat tingginya curah hujan di wilayah pegunungan bagian hulu. Saat ini, genangan air masih terdapat di sejumlah gampong dengan ketinggian antara 20 sampai 50 sentimeter," kata Iptu Aulia Iskandar.
Adapun 12 gampong yang terdampak banjir meliputi Gampong Leubok Pirak, Pante Pirak, Beuringen Pirak, Ceubrek Pirak, Munye Pirak, Siren, Tanjong Haji Muda, Lawang, Alue Thoe, Hagu, Punti Matangkuli, dan Tumpok Barat.
Selain permukiman warga, genangan air juga meluas ke sejumlah wilayah di Kemukiman Pirak, Kemukiman Seuleumak, dan Kemukiman Matangkuli. Bahkan, air dilaporkan menggenangi dan melintasi beberapa ruas jalan sehingga mengganggu mobilitas masyarakat.
Berdasarkan pemantauan terakhir, debit air di sejumlah lokasi terdampak masih menunjukkan tren peningkatan. Meski demikian, kondisi masyarakat secara umum dilaporkan aman dan aktivitas warga mulai berangsur normal.
Kapolsek menyebutkan, personel Polsek Matangkuli terus memantau perkembangan debit air, kondisi permukiman, serta ruas jalan yang terdampak banjir guna mengantisipasi kemungkinan meluasnya genangan.
"Kami terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi perkembangan situasi di lapangan," ujarnya.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama apabila hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur kawasan pegunungan bagian hulu dalam waktu lama.
Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan debit Sungai Krueng Keurtoe dan Sungai Krueng Pirak sehingga dapat memicu banjir susulan di wilayah Kecamatan Matangkuli. Selain memantau perkembangan cuaca, warga diminta berhati-hati saat melintasi jalan yang masih tergenang air serta segera melapor kepada aparat setempat jika terjadi kondisi darurat.
Polsek Matangkuli, lanjut IPTU Aulia Iskandar, akan terus menyampaikan perkembangan terbaru kepada pimpinan sebagai bagian dari langkah penanganan dan mitigasi bencana.
Pemantauan yang dilakukan kepolisian merupakan bagian dari upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah terdampak sekaligus mengantisipasi potensi risiko yang dapat mengancam keselamatan warga. (id70).
Berita Terkait




































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda