Breaking News
Memuat breaking news...

Banjir Rob Jadi Tantangan, Zulham Efendi Minta Kualitas Jalan di Belawan Diprioritaskan

Redaksi
Redaksi
Selasa, 20 Oktober 2026 - 12.37 PM WIB
Banjir Rob Jadi Tantangan, Zulham Efendi Minta Kualitas Jalan di Belawan Diprioritaskan
Anggota Komisi IV DPRD Kota Medan, Zulham Efendi, S.Pd., M.I. Waspada.id/ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

MEDAN (Waspada.id): Anggota Komisi IV DPRD Kota Medan, Zulham Efendi, S.Pd., M.I., meminta Pemko Medan memprioritaskan pembangunan dan perbaikan jalan di kawasan Medan Belawan yang kerap terdampak banjir rob. Selain pemerataan pembangunan, kualitas konstruksi jalan harus menjadi perhatian agar infrastruktur lebih kuat dan tahan lama.

Hal itu disampaikan Zulham dalam rapat bersama Wali Kota Medan dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di Balai Kota Medan, Senin (19/10).

Menurut Zulham, kawasan Medan Belawan memiliki tantangan tersendiri karena banjir rob yang berulang berdampak terhadap kondisi jalan dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Karena itu, pembangunan infrastruktur tidak cukup hanya berorientasi pada panjang jalan yang dibangun atau besarnya anggaran yang terserap. Kualitas pengerjaan harus menjadi prioritas agar pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Jalan-jalan yang kerap terdampak banjir rob, khususnya di Medan Belawan, perlu menjadi prioritas perhatian Pemko Medan. Kita ingin jalan yang dibangun memiliki kualitas baik dan mampu bertahan lebih lama,” ujarnya.

Zulham juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap spesifikasi teknis pembangunan jalan, mulai dari ketebalan konstruksi hingga kualitas material yang digunakan. Seluruh pekerjaan, katanya, harus dilaksanakan sesuai standar agar jalan tidak mudah rusak dan membutuhkan perbaikan berulang dalam waktu singkat.

Ia mengusulkan agar konstruksi jalan di kawasan rawan banjir rob dirancang dengan ketebalan sekitar 50–60 sentimeter, dengan tetap memperhatikan kondisi lapangan dan standar teknis yang berlaku.

“Dari ketebalan, misalnya, bisa dibuat 50–60 sentimeter sehingga saat rob datang, warga masih bisa beraktivitas,” ungkapnya.

Zulham berharap OPD terkait melakukan pemetaan terhadap ruas jalan yang rawan terdampak banjir rob, sekaligus menyusun skala prioritas pembangunan berdasarkan tingkat kerusakan dan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, perencanaan yang matang dan pengawasan ketat diperlukan agar anggaran pembangunan infrastruktur digunakan secara efektif serta menghasilkan jalan yang lebih berkualitas.

“Pembangunan harus menjawab kebutuhan warga. Jangan sampai jalan yang baru dibangun cepat rusak, sementara masyarakat terus menghadapi persoalan banjir rob. Karena itu, kualitas dan penentuan prioritas pembangunan harus berjalan beriringan,” pungkasnya. (Wsp.id)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement