Bank BSN Salurkan KPR Subsidi Rp850 M Kepada 5.100 NasabahBank BSN Salurkan KPR Subsidi Rp850 M Kepada 5.100 Nasabah

JAKARTA (Waspada.id): PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) kembali mempertegas komitmennya dalam mendukung program perumahan nasional. Hingga akhir Juli 2026, perseroan menyalurkan pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi senilai Rp850 miliar kepada sekitar 5.100 nasabah di berbagai wilayah Indonesia.
Penyaluran pembiayaan tersebut ditandai dengan pelaksanaan akad massal yang digelar serentak melalui 37 kantor cabang dan 82 kantor cabang pembantu Bank BSN. Tiga kantor cabang utama, yakni Banda Aceh, Malang, dan Solo, turut terhubung secara daring dengan pusat acara yang dihadiri Presiden RI, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, BP Tapera, perbankan, pengembang, serta masyarakat penerima manfaat.
Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor mengatakan, akad massal tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak melalui pembiayaan berbasis syariah.
“Pelaksanaan akad ini merupakan momentum yang sangat besar. Angka tersebut bukan sekadar jumlah unit rumah, melainkan menggambarkan keluarga Indonesia yang memperoleh kesempatan untuk membangun kehidupan yang lebih aman, layak, dan sejahtera,” ucapnya kepada wartawan, Kamis (30/7/2026).
Menurut Alex, pembiayaan KPR subsidi Bank BSN terbuka bagi berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pekerja formal, pekerja informal, hingga pelaku usaha mikro dan kecil. Kesempatan memiliki rumah, katanya, harus dapat diakses tanpa memandang profesi.
Dalam kesempatan tersebut, Bank BSN juga menyerahkan kunci rumah secara simbolis kepada Jofan Firdaus, mitra pengemudi ojek online. Selain itu, Tsara Nafisa, pedagang kelontong asal Banda Aceh, berdialog secara daring dengan Presiden RI sebagai representasi penerima manfaat pembiayaan perumahan yang inklusif.
Secara kumulatif, hingga Juli 2026 Bank BSN telah menyalurkan sekitar 33.000 unit KPR subsidi. Perseroan menargetkan realisasi pembiayaan mencapai 69.636 unit hingga akhir tahun, meningkat dibandingkan realisasi sebanyak 59.463 unit pada 2025.
Saat ini, Bank BSN juga menguasai sekitar 24 persen pangsa pasar penyaluran KPR subsidi nasional. Pencapaian tersebut ditopang kerja sama dengan lebih dari 4.000 pengembang dan lebih dari 3.000 notaris di berbagai daerah.
“Saat ini BSN memegang market share sekitar 24 persen dalam penyaluran KPR subsidi. Kepercayaan ini menjadi amanah bagi kami untuk terus memperluas akses pembiayaan rumah, memperbaiki kualitas layanan, serta memastikan proses kepemilikan rumah semakin mudah dijangkau oleh masyarakat,” jelasnya.
Target Pembiayaan 73.700 Unit
Selain memperluas penyaluran KPR subsidi, Bank BSN juga memperkuat ekosistem pembiayaan properti syariah melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Asosiasi Properti Syariah Indonesia (APSI).
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan dalam memperkuat layanan pembiayaan perumahan syariah sekaligus mempertegas posisi Bank BSN sebagai bank syariah terbesar kedua di Indonesia dengan total aset mencapai Rp72,9 triliun pada akhir 2025.
Alex menjelaskan, kolaborasi dengan APSI mencakup pengelolaan dana melalui BSN Cash Management System hingga penyediaan berbagai fasilitas pembiayaan, seperti BSN Yasa Griya dan pembiayaan kepemilikan lahan bagi pengembang.
"Kerja sama ini menjadi awal silaturahmi yang baik bagi BSN dan APSI. Kami ingin memperkenalkan bagaimana BSN dapat menjadi mitra strategis dalam memperkuat ekosistem properti melalui layanan perbankan yang kredibel, termasuk penyediaan KPR subsidi dan komersil, cicilan emas, hingga produk pembiayaan multimanfaat bagi anggota APSI," kata Alex disela penandatangan Nota Kesepahaman Penyediaan Fasilitas Layanan Jasa Perbankan dan Pengembangan Tata Kelola Pembiyaan Properti Syariah di Jakarta, baru-baru ini.
Ia menambahkan, Bank BSN membidik penyaluran pembiayaan perumahan sebanyak 73.700 unit sepanjang 2026, meningkat signifikan dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai 59.463 unit. Target tersebut menjadi bagian dari dukungan perseroan terhadap program pemerintah membangun Tiga Juta Rumah.
Saat ini, portofolio pembiayaan konsumen Bank BSN masih didominasi KPR subsidi sebesar 63 persen, disusul KPR non-subsidi sebesar 31 persen, dan pembiayaan non-mortgage sebesar 2 persen.
Untuk memperluas akses layanan, Bank BSN juga terus memperkuat transformasi digital melalui aplikasi Bale Syariah by BSN.
"Sejak diluncurkan awal Februari 2026, aplikasi ini telah menarik 138.524 pengguna dengan total nilai transaksi mencapai Rp1,96 triliun per 16 Maret 2026. Kami ingin memastikan ekosistem properti syariah hadir dalam genggaman nasabah secara transparan dan efisien," imbuh Alex. (Lip6)































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda