Breaking News
Memuat breaking news...

Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Pimpin Penggalangan Dana Bagi Negara Miskin

Redaksi
Redaksi
Kamis, 6 Agustus 2026 - 8.31 AM WIB
Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Pimpin Penggalangan Dana Bagi Negara Miskin
Mantan Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani Indrawat
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Bank Dunia menunjuk mantan Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, sebagai Ketua Bersama Independen Asosiasi Pembangunan Internasional (International Development Association/IDA) untuk proses pengisian kembali pendanaan (replenishment) ke-22. Penugasan ini menempatkan Sri Mulyani di posisi strategis dalam menghimpun dukungan kebijakan dan pendanaan bagi negara-negara termiskin di dunia.

Dalam peran tersebut, Sri Mulyani akan memimpin bersama Paschal Donohoe, Managing Director sekaligus Chief Knowledge Officer Grup Bank Dunia, untuk mengawal proses penggalangan komitmen pendanaan IDA22.

"Sri Mulyani akan memimpin bersama proses replenishment IDA22 dengan Paschal Donohoe, Managing Director sekaligus Chief Knowledge Officer Grup Bank Dunia," tulis Bank Dunia dalam keterangan resmi di Washington DC, Amerika Serikat, Senin (3/8).

Bank Dunia menjelaskan, Sri Mulyani dipilih melalui proses seleksi yang dilakukan komite pencarian yang terdiri atas perwakilan negara-negara donor dan negara-negara peminjam. Pengalamannya yang panjang di bidang pembiayaan pembangunan internasional menjadi salah satu pertimbangan utama.

Dalam tugas barunya, Sri Mulyani akan mendorong penguatan dukungan kebijakan sekaligus memastikan tersedianya pendanaan bagi IDA22 dari negara donor maupun negara peminjam.

Saat ini, Sri Mulyani tercatat sebagai Blavatnik World Leaders Fellow 2025–2026 di University of Oxford. Sebelumnya, ia menjadi perempuan pertama yang menjabat sebagai Menteri Keuangan Indonesia dan juga pernah menduduki posisi Managing Director serta Chief Operating Officer Bank Dunia.

"Pengalaman tersebut memberinya keahlian mendalam dalam kebijakan pembangunan maupun pembiayaan multilateral. Sri Mulyani juga pernah masuk dalam daftar 100 Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia versi Forbes," imbuh Bank Dunia.

IDA merupakan dana milik Bank Dunia yang berfokus membantu negara-negara berpendapatan rendah melalui pinjaman berbunga rendah atau nol persen serta hibah. Pertemuan pengisian kembali dana IDA biasanya digelar setiap tiga tahun untuk menentukan arah kebijakan sekaligus menghimpun komitmen pendanaan baru.

Siklus replenishment IDA22 akan dimulai dalam agenda Mid-Term Review di Tashkent, Uzbekistan, pada Desember 2026. Sementara pertemuan puncak untuk penggalangan komitmen pendanaan (pledging meeting) dijadwalkan berlangsung pada Desember 2027.

Hasil dari IDA22 akan menentukan besaran pembiayaan konsesional yang dapat disalurkan kepada 78 negara hingga 2031.

Sejak didirikan pada 1960, IDA telah menyalurkan lebih dari US$632 miliar untuk mendukung investasi pembangunan di 115 negara. Dana tersebut digunakan untuk membantu pengentasan kemiskinan ekstrem, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan layanan dasar dan kualitas hidup masyarakat di negara-negara berpendapatan rendah. (cnni)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement