Breaking News
Memuat breaking news...
Advertisement

Bank Sampah Berseri Gandeng MIS Al Mukhlisin Kuala Tanjung

Redaksi
Redaksi
Kamis, 5 November 2026 - 2.03 PM WIB
Bank Sampah Berseri Gandeng MIS Al Mukhlisin Kuala Tanjung
Siswa-siswi MIS Al Mukhlisin Kuala Tanjung menyerahkan sampah sebagai donasi. (Waspada.id/Ist)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

BATUBARA (Waspada.id): Botol plastik, kaleng, dan kardus bekas kini memiliki manfaat baru bagi ratusan siswa di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara. Melalui program “Sedekah Sampah Bantu Anak Yatim Sekolah”, sampah yang dikumpulkan para siswa diubah menjadi sumber dana untuk membantu memenuhi kebutuhan pendidikan, seperti tas dan seragam sekolah bagi anak yatim.

Program ini diinisiasi Bank Sampah Berseri, kelompok binaan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum, bekerja sama dengan Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al Mukhlisin di Desa Kuala Tanjung, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batubara.

Sebanyak 248 siswa terlibat dalam kegiatan pengumpulan sampah anorganik. Hasil penjualannya akan dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pendidikan 12 siswa yatim yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Bank Sampah Berseri Gandeng MIS Al Mukhlisin Kuala Tanjung

Kepala Departemen Pemberdayaan Masyarakat Inalum, Ali Hasian, mengapresiasi inisiatif yang dikembangkan Bank Sampah Berseri. Menurutnya, program tersebut menunjukkan bagaimana pengelolaan lingkungan dapat memberikan manfaat sosial yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya pendidikan anak-anak.

“Kami mengapresiasi inisiatif Sedekah Sampah yang dikembangkan Bank Sampah Berseri. Program ini merupakan langkah sederhana, tetapi memiliki dampak positif karena mengajarkan anak-anak bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan dengan kepedulian sosial. Sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai ternyata dapat dimanfaatkan untuk membantu kebutuhan pendidikan anak-anak yatim dan kurang mampu. Kami berharap inisiatif ini terus berkembang dan menginspirasi lebih banyak masyarakat untuk membangun kebiasaan memilah sampah sekaligus berbagi kepada sesama,” ujar Ali.

Mengubah Sampah Menjadi Manfaat Pendidikan

Program Sedekah Sampah melibatkan 248 siswa dari total 406 siswa MIS Al Mukhlisin yang berasal dari sembilan kelas tingkat 3 hingga 6.

Dalam pelaksanaannya, para siswa mengumpulkan sampah anorganik, seperti botol plastik, kaleng, dan kardus bekas, melalui tempat pengumpulan yang tersedia di setiap kelas. Petugas Bank Sampah Berseri kemudian melakukan penimbangan setiap Rabu dan Sabtu sebelum sampah dibawa ke bank sampah untuk dijual.

Melalui kegiatan ini, pengumpulan sampah ditargetkan mencapai 35 kilogram setiap bulan. Hasil penjualannya akan digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan pendidikan siswa yatim di MIS Al Mukhlisin.

Pembina Bank Sampah Berseri, Dedi Syahputra, menjelaskan bahwa program ini bertujuan membangun kesadaran lingkungan sekaligus menumbuhkan semangat berbagi di kalangan siswa sejak dini.

“Sedekah sampah ini harapannya untuk menumbuhkan kesadaran anak-anak bahwa sedekah itu tidak harus uang. Mereka bisa membantu sesama kawannya dan bertanggung jawab dengan sampahnya,” ujar Dedi.

Berbeda dengan mekanisme bank sampah yang umumnya mencatat hasil penyetoran sebagai tabungan individu, sampah yang dikumpulkan para siswa dalam program ini dihimpun sebagai sedekah untuk membantu teman-teman mereka yang membutuhkan.

Kepala MIS Al Mukhlisin, Devi Apriani, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, Sedekah Sampah menjadi sarana pembelajaran bagi siswa untuk memahami bahwa kepedulian terhadap sesama dapat diwujudkan melalui kegiatan sederhana yang dilakukan bersama.

“Berapapun yang kami dapat dari bank sampah, nanti juga kami belikan tas sekolah atau sepatu, yang bermanfaat untuk anak-anak itu,” kata Devi.

Bank Sampah Berseri Gandeng MIS Al Mukhlisin Kuala Tanjung

Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Ekonomi Sirkular

Bank Sampah Berseri merupakan salah satu kelompok binaan Inalum yang mengembangkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui pendekatan ekonomi sirkular.

Kegiatan kelompok ini tidak terbatas pada pengumpulan dan penjualan sampah anorganik, tetapi juga mengintegrasikan berbagai aktivitas produktif, seperti budi daya tanaman hidroponik, peternakan ayam petelur, budi daya maggot, dan perikanan.

Pendekatan tersebut turut mendapat apresiasi dari Bupati Batubara, Baharuddin Siagian, yang menilai sistem pengelolaan Bank Sampah Berseri sebagai inovasi menarik karena menghubungkan berbagai kegiatan produktif dalam satu sistem yang saling mendukung.

Melalui program Sedekah Sampah, Bank Sampah Berseri kini memperluas manfaat pengelolaan lingkungan dengan menghadirkan kontribusi bagi sektor pendidikan.

Bagi Inalum, pengembangan kelompok binaan seperti Bank Sampah Berseri menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap pemberdayaan masyarakat yang mendorong kepedulian lingkungan, kemandirian ekonomi, dan manfaat sosial secara berkelanjutan.

Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi contoh praktik baik bagi sekolah dan komunitas lainnya dalam memanfaatkan sampah sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat. (Id43)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement