Bantaran Sungai Nou Akan Dijadikan Kawasan Waterfront Ekonomi Kreatif

GUNUNGSITOLI (Waspada.id): Setelah melalui tahapan penyempurnaan proposal dan persiapan lintas perangkat daerah, usulan kawasan Bantaran Sungai Nou sebagai Kampung Kreatif kini memasuki tahap verifikasi dan validasi lapangan Program Kampung Kreatif Sumut Berkah Tahun 2026.
Wakil Wali Kota Gunungsitoli Martinus Lase, S.H., didampingi Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli Andhika Perdana Laoly, S.STP., M.Si., CGCAE, menerima Tim Penjaringan Program Kampung Kreatif Sumut Berkah Provinsi Sumatera Utara di Ruang Rapat Center, Kantor Wali Kota Gunungsitoli, Rabu (7/10).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses verifikasi terhadap proposal yang sebelumnya dinyatakan lolos pada Rapat Pleno I Penilaian Proposal Program Kampung Kreatif Sumut Berkah.

Martinus Lase dalam pertemuan tersebut menyampaikan Pemerintah Kota Gunungsitoli bersama tim provinsi membahas kondisi dan potensi kawasan Bantaran Sungai Nou sebagai lokasi yang diusulkan untuk dikembangkan menjadi Kampung Kreatif berbasis ekonomi lokal dan budaya Nias.
Wakil Wali Kota Gunungsitoli menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan verifikasi lapangan tersebut. Menurutnya, perhatian terhadap kawasan Bantaran Sungai Nou penting karena kawasan tersebut tidak hanya memiliki persoalan penataan lingkungan, tetapi juga menyimpan potensi masyarakat dan budaya yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi lokal.
Dijelaskan, kawasan Bantaran Sungai Nou yang berada di Kelurahan Ilir dan Kelurahan Pasar, Kecamatan Gunungsitoli, dihuni sekitar 1.756 jiwa atau 410 kepala keluarga. Karakteristik permukiman yang padat dan aktivitas ekonomi masyarakat yang masih didominasi sektor informal menjadi bagian dari kondisi yang perlu diperhatikan dalam rencana pengembangan kawasan.

Melalui proposal Kampung Kreatif Sumut Berkah, Pemerintah Kota Gunungsitoli mengusulkan konsep waterfront ekonomi kreatif berbasis budaya Nias. Konsep tersebut diarahkan untuk mengembangkan potensi kerajinan anyaman dan ukiran khas Nias, kuliner lokal, serta wisata budaya dan wisata air, sekaligus menciptakan ruang ekonomi baru bagi masyarakat.
Rencana pengembangan juga mencakup penataan boardwalk dan ruang publik, pengembangan dermaga wisata air, penataan fasad rumah menjadi lapak UMKM, serta penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat. Penataan kawasan diharapkan tidak berhenti pada aspek fisik, tetapi berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat dan pengembangan aktivitas ekonomi lokal.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Gunungsitoli juga menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terhadap pengembangan daerah, khususnya di Kepulauan Nias. Pemerintah Kota berharap proses verifikasi dapat memberikan gambaran utuh mengenai kondisi dan potensi kawasan sehingga rencana pengembangan yang diusulkan dapat dinilai secara objektif berdasarkan kondisi riil di lapangan.
Tim Penjaringan Program Kampung Kreatif Sumut Berkah Provinsi Sumatera Utara terdiri atas Kepala Bidang Pemerintahan Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Sumatera Utara Putra Sitepu, tenaga ahli arsitek dari Universitas Sumatera Utara Anissa Widyadary, perwakilan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Sumatera Utara Ahmad Siregar, serta staf DPMD Provinsi Sumatera Utara.
Setelah pertemuan, proses verifikasi dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke kawasan Bantaran Sungai Nou dan Kampung Cinta Damai di Jalan Sudirman, Lingkungan III, Kelurahan Pasar, Kecamatan Gunungsitoli.
Tim melihat secara langsung kondisi kawasan, lingkungan permukiman, akses, serta potensi yang menjadi bagian dari konsep pengembangan Kampung Kreatif yang diusulkan Pemerintah Kota Gunungsitoli.

Verifikasi lapangan ini sekaligus menjadi momentum untuk mempertemukan rencana yang tertuang dalam proposal dengan kondisi nyata di kawasan. Dari proses tersebut, Pemerintah Kota Gunungsitoli berharap potensi Bantaran Sungai Nou dapat dikembangkan secara lebih terarah melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait.
Jika nantinya pengembangan kawasan dapat diwujudkan, Bantaran Sungai Nou diharapkan tidak hanya menjadi kawasan permukiman yang lebih tertata, tetapi juga tumbuh sebagai ruang bagi masyarakat untuk berkarya, mengembangkan usaha, memperkenalkan budaya Nias, dan menciptakan aktivitas ekonomi baru.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Gunungsitoli untuk mengembangkan potensi lokal sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat, sejalan dengan semangat “Gunungsitoli Hebat.” (id59)


















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda