Breaking News
Memuat breaking news...

Bawaslu Langsa Perkuat Pengawasan Partisipatif dan Kesadaran Demokrasi di Buket Meutuah

Redaksi
Redaksi
Kamis, 29 Oktober 2026 - 8.17 PM WIB
Bawaslu Langsa Perkuat Pengawasan Partisipatif dan Kesadaran Demokrasi di Buket Meutuah
Bawaslu Kota Langsa melaksanakan kegiatan Konsolidasi dan Evaluasi Gerakan Pengawasan Partisipatif sebagai Upaya Menjaga Kualitas Demokrasi di Gampong Buket Meutuwah, Kecamatan Langsa Timur, Kamis (29/10/2026). Waspada.id/ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

LANGSA (Waspada.id):;Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Langsa terus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi melalui kegiatan Konsolidasi dan Evaluasi Gerakan Pengawasan Partisipatif sebagai Upaya Menjaga Kualitas Demokrasi yang dilaksanakan di Gampong Buket Meutuwah, Kecamatan Langsa Timur, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan dibuka Geuchik Gampong Buket Meutuah, Yasir dihadiri sekretaris desa (sekdes), tuha peut, serta perangkat gampong lainnya.

Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi, edukasi, dan dialog antara Bawaslu dengan unsur pemerintahan gampong untuk memperkuat kesadaran bersama mengenai pentingnya pengawasan pemilu secara partisipatif, termasuk pada masa non-tahapan.

Bawaslu Langsa Perkuat Pengawasan Partisipatif dan Kesadaran Demokrasi di Buket Meutuah

Dalam kegiatan tersebut, Anggota Bawaslu Kota Langsa, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (HP2H), Sri Wahyuni, menyampaikan materi tentang Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan. Ia menjelaskan bahwa kualitas data pemilih merupakan salah satu aspek penting dalam menjamin perlindungan hak politik warga negara.

Menurutnya, data pemilih harus terus diperhatikan agar tetap akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan. Keterlibatan masyarakat diperlukan untuk membantu mengidentifikasi persoalan data pemilih serta menyampaikan informasi dan tanggapan melalui mekanisme yang tersedia.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (P3S) Bawaslu Kota Langsa, Marida Fitriani, menyampaikan materi mengenai Forum Warga dan gampong Peduli Pengawasan Pemilu.

Ia menekankan bahwa pengawasan partisipatif harus dibangun sebagai gerakan bersama yang berkelanjutan, bukan hanya dilakukan ketika tahapan pemilu sedang berlangsung.

Menurutnya, Forum Warga ini dapat menjadi ruang dialog bagi masyarakat untuk memahami persoalan kepemiluan, bertukar informasi, menyampaikan aspirasi, dan meningkatkan kesadaran terhadap hak serta kewajiban sebagai warga negara.

Sementara itu, Desa Peduli Pengawasan diharapkan mampu mendorong tumbuhnya budaya demokrasi yang berintegritas mulai dari tingkat gampong.

“Menjaga demokrasi bukan hanya tugas penyelenggara pemilu. Masyarakat juga memiliki peran penting, mulai dari menolak politik uang, tidak mudah menyebarkan hoaks, menjaga suasana yang kondusif, hingga berani menyampaikan informasi mengenai dugaan pelanggaran melalui saluran yang benar,” jelasnya dalam pemaparan materi.

Bawaslu Langsa Perkuat Pengawasan Partisipatif dan Kesadaran Demokrasi di Buket Meutuah

Ia juga menegaskan bahwa partisipasi masyarakat tidak cukup berhenti pada kehadiran dalam kegiatan sosialisasi. Pengetahuan dan kesadaran yang diperoleh perlu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, termasuk membangun sikap kritis terhadap informasi kepemiluan dan mendorong lingkungan yang menghormati pilihan politik setiap warga.

"Keterlibatan geuchik, sekdes, tuha peut, dan perangkat gampong menjadi bagian penting dalam membangun dukungan di tingkat lokal. Pemerintahan gampong memiliki kedekatan dengan masyarakat sehingga dapat berperan dalam mendorong literasi kepemiluan, menyebarluaskan informasi yang benar, serta mengarahkan warga agar menggunakan mekanisme yang tepat ketika menemukan persoalan terkait pemilu" tegas Marida.

Melalui kegiatan konsolidasi dan evaluasi ini, Bawaslu Kota Langsa berharap gerakan pengawasan partisipatif dapat terus berkembang menjadi kesadaran kolektif masyarakat. Evaluasi kegiatan juga diharapkan mendorong tindak lanjut yang nyata, sehingga partisipasi warga tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi berlanjut dalam bentuk kepedulian dan keterlibatan yang bertanggung jawab.

"Bawaslu Kota Langsa berkomitmen untuk terus memperkuat pendidikan dan pengawasan partisipatif melalui kolaborasi dengan berbagai unsur masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga integritas pemilu dan kualitas demokrasi menuju Pemilu 2029," imbuhnya.(Id74)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement