Breaking News
Memuat breaking news...

Bayi Perempuan Dibuang Di Tepi Sungai, Ibu Kandung Diamankan

Redaksi
Redaksi
Jumat, 7 Agustus 2026 - 5.18 PM WIB
Bayi Perempuan Dibuang Di Tepi Sungai, Ibu Kandung Diamankan
Wakil Bupati Rianto bersama rombongan saat menjenguk bayi perempuan yang dibuang ibu kandung, dan kini dirawat di RSUD Kisaran. Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

KISARAN (Waspada.id): Bayi perempuan yang baru berusia hitungan hari dbuang di tepi sungai Dusun IV, Desa Panca Arga, Kec Rawang Panca Arga, Kab Asahan, menjelang tengah malam, Selasa (4/8) ditemukan warga, dan hasil penyidikan polisi yang dibantu perangkat desa dan kecamatan, akhirnya ibu kandung korban diamankan.

Tak butuh waktu lama, polisi akhirnya mengungkap identitas perempuan yang diduga sebagai ibu kandung bayi insial ES, 31, warga asal Labuhanbatu Selatan yang bekerja di Kec Meranti, Kab Asahan, diamankan personel Unit Reskrim Polsek Kota Kisaran bersama Unit PPA Satreskrim Polres Asahan, Kamis (6/8) sekitar pukul 19.00 WIB.

Kanit Reskrim Polsek Kota Kisaran Ipda Supangat mengatakan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari penemuan bayi perempuan di tepi sungai, Selasa (4/8) sekitar pukul 23.00 WIB.

“Setelah mendapat informasi, kami bersama Unit PPA Polres Asahan melakukan penyelidikan terkait penemuan bayi tersebut. Dari hasil penyelidikan, kami mengidentifikasi seorang perempuan yang diduga sebagai ibu yang membuang bayi tersebut,” kata Supangat, Kamis (6/8).

Dari penyelidikan polisi, ES diketahui baru saja melahirkan seorang bayi. Berdasarkan keterangan sementara, persalinan pada Selasa (4/8), sekitar 15.00 WIB di salah satu klinik persalinan di wilayah Rawang. Namun, hanya beberapa jam setelah melahirkan, bayi tersebut diduga dibawa ke tepi sungai. Sekitar pukul 20.00 WIB, bayi diletakkan di pinggir sungai.

“Dari keterangannya, bayi tersebut diletakkan persis di pinggiran sungai yang arusnya sangat deras. Akhirnya ditemukan warga dan dilaporkan ke polisi dan bayi dibawa ke RSUD Kisaran untuk perawatan,” ungkap Supangat.

Dalam proses penyelidikan, polisi sempat menghadapi kendala karena ES awalnya tidak mengakui telah melahirkan bayi tersebut. Namun, keterangan sejumlah saksi akhirnya menguatkan dugaan polisi.

“Pelaku sempat tidak mengakui telah melahirkan bayi. Namun, ada saksi yang menyatakan bahwa dirinya memang melahirkan bayi tersebut,” ujarnya.

Diduga Panik Ditinggal Kekasih

Kasat Reskrim Polres Asahan AKP Immanuel P. Simamora, saat mngunjungi bayi di RSUD Kisaran mendampingi Wakil Bupati Asahan, mengatakan bayi perempuan tersebut saat ini masih mendapat perawatan medis di RSUD Kisaran, kondisinya dilaporkan stabil.

Sementara ES telah diamankan dan menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap motif serta kronologi lengkap kasus tersebut.

“Bayi tersebut saat ini dalam penanganan RSUD. Sedangkan ibu bayi yang diduga sebagai pelaku sudah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan secara intensif,” kata Simamora.

Dari pemeriksaan sementara, polisi menemukan fakta bahwa ES diduga memiliki hubungan dengan seorang pria berinisial S. Setelah mengetahui dirinya hamil, pria tersebut diduga melarikan diri.

Kondisi itu diduga membuat ES panik. Setelah melahirkan, ia kemudian diduga mengambil keputusan untuk meninggalkan bayinya di tepi sungai.

“Meski demikian, polisi masih mendalami motif sebenarnya di balik tindakan tersebut, termasuk memastikan rangkaian peristiwa sejak persalinan hingga bayi ditemukan warga," jelas Simamora.

Pemkab Asahan Tanggung Perawatan Bayi

Di tengah kasus yang menyayat hati tersebut, perhatian pemerintah daerah tertuju pada kondisi bayi yang kini masih menjalani perawatan di RSUD. Wakil Bupati Asahan Rianto mengatakan untuk kesehatan bayi ditanggung Pemkab Asahan melalui RSUD Kisaran.

“Penemuan bayi ini oleh masyarakat dan dengan cepat dilakukan koordinasi, mulai dari perangkat desa hingga kecamatan. Bayi langsung dibawa ke RSUD Kisaran untuk mendapatkan perawatan medis. Seluruh biaya perawatan bayi tersebut ditanggung Pemerintah Kabupaten Asahan," jelas Risanto.

Ia juga mengapresiasi masyarakat, perangkat desa, pihak kecamatan, serta Satreskrim Polres Asahan yang bergerak cepat dalam penanganan dan pengungkapan kasus tersebut.

“Kami juga mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada Satreskrim Polres Asahan, perangkat desa, dan kecamatan yang dengan cepat mengungkap kasus ini dengan menemukan ibu yang diduga sebagai pelaku pembuangan bayi,” jelas Rianto. (Id.40)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement