BBTNGL Gelar Workshop Peluang Inovasi Pembiayaan MOLAP Lestari pada Lanskap Cinta Raja-Tangkahan


MEDAN (Waspada.id): Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) gelar Workshop Peluang Inovasi Pembiayaan MOLAP Lestari pada Lanskap Cinta Raja-Tangkahan dengan mengundang sejumlah stakeholder di Hotel AIHO Jalan H. Adam Malik, Medan, Kamis (5/11).
Kegiatan workshop yang diinisiasi oleh Kepala BBTNGL ini untuk menemukan model pendanaan yang berkelanjutan guna menjaga kelestarian ekosistem kawasan hutan dan areal preservasi yang dapat berdampak positif bagi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kepala BBTNGL, Subhan S. Hut, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Lanskap Cinta Raja–Tangkahan merupakan salah satu kawasan strategis yang memiliki peran penting sebagai koridor ekologis penyangga keanekaragaman hayati di ekosistem Leuser.
MOLAP bukan sekadar menjaga hutan, tetapi menjaga kehidupan masyarakat yang hidup berdampingan dengan alam. Karena itulah, dibutuh model pembiayaan yang tidak hanya bersumber dari anggaran negara semata, tapi juga melibatkan kontribusi dari berbagai pihak.
"Saya senang kolaborasi ini sudah terbangun. Tanpa kolaborasi tentu rencana baik ini tidak bisa berjalan sebagaimana dengan apa yang kita harapkan bersama," ujar Subhan serayal menyampaikan terima kasih atas komitmen semua pihak.
Dalam kegiatan yang berlangsung sehari penuh ini, para peserta yang terdiri dari perwakilan Pemkab Langkat, Pemprovsu, Kepala KPH Wilayah I Stabat, lembaga konservasi, BP DAS, BKSDA, pelaku usaha perkebunan, perguruan tinggi, camat, dan para Kades, tampak serius membahas skema pembiayaan lewat kerjasama yang terintegrasi.
Skema pembiayaan harus melibatkan para stakeholder dengan harapan agar manfaat konservasi juga dirasakan oleh masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar kawasan. Keterlibatan masyarakat dapat memperkuat fungsi pengawasan kawasan dari ancaman kerusakan.
Salah seorang narasumber dari NGO Wildlife Conservation Society (WCS), Jeni Pareira, dalam kegiatan tersebut banyak memberi masukkan terkait peluang dan teknis dalam pengajuan proposal kepada negara donor, NGO internasional, maupu pihak filantropi yang konsern terhadap kelestarian lingkungan.
Program ini diharapkan tidak hanya semata bertujuan untuk melestarikan ekosistem alam, tapi lewat program ini tingkat kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan diharap dapat lebih terjamin keberlanjutannya. (id24)
Berita Terkait












































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda