Breaking News
Memuat breaking news...
Advertisement

Belajar dari Chiangmai: Soekirman Dorong Pemda Tingkatkan Daya Saing Pariwisata Indonesia

Redaksi
Redaksi
Jumat, 30 Oktober 2026 - 5.38 PM WIB
Belajar dari Chiangmai: Soekirman Dorong Pemda Tingkatkan Daya Saing Pariwisata Indonesia
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

MEDAN (Waspada.id): Jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia masih tertinggal jauh dibandingkan Thailand. Hingga akhir Oktober 2026, Thailand telah mencatat 24,93 juta kunjungan wisatawan asing, sementara Indonesia tercatat 15,39 juta kunjungan. Angka ini mendorong pengurus Masyarakat Ekowisata Indonesia (MEI) sekaligus Persatuan Purna Kepala Daerah Seluruh Indonesia (Perpukadesi), Soekirman, mengajak pemerintah daerah untuk belajar dari strategi pengembangan pariwisata Negeri Gajah Putih.

Soekirman menyampaikan hal itu usai mempelajari langsung pengembangan pariwisata di Chiangmai, Thailand, termasuk keberhasilan penyelenggaraan Festival Halal Food yang merupakan hasil kolaborasi pemerintah, komunitas Islam, serta asosiasi hotel dan restoran setempat.

Belajar dari Chiangmai: Soekirman Dorong Pemda Tingkatkan Daya Saing Pariwisata Indonesia

Ada tiga hal utama yang bisa dipelajari dari Chiangmai. Pertama, membangun kesadaran bersama mengenai daya saing pariwisata. Selisih jumlah kunjungan wisatawan antara kedua negara harus menjadi evaluasi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kualitas destinasi dan pelayanan.

Kedua, membidik pasar wisatawan secara lebih spesifik. Thailand yang mayoritas beragama Buddha mampu melibatkan komunitas muslim untuk menyelenggarakan kegiatan seperti Festival Halal Food yang menarik wisatawan muslim dari Malaysia, Indonesia, dan negara lainnya.

Ketiga, mengembangkan potensi agrowisata, wisata minat khusus, dan panorama alam. Soekirman mencontohkan Pasar Pertanian Organik Chiangmai yang buka tiga kali seminggu dan menjadi daya tarik wisatawan. Di sana, produk pertanian dikemas dan ditata dengan apik sehingga nilai jualnya meningkat — berbeda dengan kondisi di banyak daerah Indonesia yang masih menjual hasil tani di pinggir jalan atau di atas karung.

Belajar dari Chiangmai: Soekirman Dorong Pemda Tingkatkan Daya Saing Pariwisata Indonesia

"Penataan dan pengemasan produk pertanian menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya tarik sekaligus nilai ekonomi hasil produksi petani," ujar Soekirman, Jumat (30/10).

Ia menegaskan Indonesia sebenarnya memiliki potensi wisata yang tak kalah kaya, namun perlu dikemas lebih menarik agar bisa mendatangkan lebih banyak wisatawan. Terima kasih juga disampaikannya kepada Mrs. Chitnata Khemarat yang telah mendampingi kunjungan dan memperkenalkan pengembangan pertanian organik di Chiangmai.(wsp.id)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement