Bendungan Irigasi Lamtimpeung Mulai Beroperasi, Petani Harap Panen Dua Kali Setahun

KOTA JANTHO (Waspada.id): Bendungan irigasi di Gampong Lamtimpeung, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, kini mulai beroperasi setelah pembangunan infrastruktur tersebut rampung. Kehadiran bendungan ini memberi harapan baru bagi petani untuk mendapatkan pasokan air yang lebih baik, terutama saat musim kemarau.
Bendungan tersebut berfungsi menampung dan mengatur aliran air sungai untuk kemudian dialirkan ke lahan pertanian. Dengan mulai beroperasinya bendungan irigasi tersebut, petani diharapkan dapat mengelola musim tanam dengan lebih baik sehingga produktivitas pertanian meningkat.
Manfaat bendungan dan saluran irigasi itu tidak hanya dirasakan petani di Gampong (desa) Lamtimpeung, tetapi juga sejumlah gampong di sekitarnya, yakni Gampong Lampuja, Gampong Cucum, Gampong Rabung, dan Gampong Limpok. Secara keseluruhan, areal persawahan yang mendapat manfaat dari jaringan irigasi tersebut mencapai lebih dari 40 hektare.
Keuchik Gampong Lamtimpeung, Muktar, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Besar atas perhatian terhadap kebutuhan petani, khususnya melalui penyediaan infrastruktur pengairan yang kini telah selesai dan mulai dimanfaatkan.
Menurutnya, keberadaan bendungan tersebut menjadi hal penting bagi petani karena ketersediaan air sangat menentukan keberhasilan musim tanam.

Keuchik Gampong Lamtimpeung, Muktar, meninjau Bendungan irigasi di Gampong Lamtimpeung, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (18/09/2026). (Waspada.id/Ist)
“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terutama Bapak Bupati Aceh Besar Syech Muharram yang telah memberikan perhatian kepada petani. Bendungan ini sudah selesai dan mulai beroperasi, sehingga kami berharap kebutuhan air untuk sawah bisa lebih terjamin dan hasil pertanian masyarakat semakin meningkat,” ujarnya, Jumat (18/09/2026).
Sementara itu, petani Gampong Lamtimpeung, Mawardi, mengatakan beroperasinya bendungan tersebut memberikan harapan bagi petani untuk meningkatkan masa tanam. Selama ini, keterbatasan pasokan air membuat sebagian petani hanya dapat menanam dan memanen sekali dalam setahun.
“Kami berharap dengan adanya bendungan ini, petani bisa mendapatkan air yang cukup sehingga ke depan dapat panen dua kali dalam setahun. Selama ini kami biasanya hanya bisa panen sekali karena terkendala air,” katanya.
Mawardi menambahkan bahwa dengan mulai beroperasinya bendungan, ia menilai petani kini memiliki peluang untuk mengatur pola tanam sesuai dengan ketersediaan air dan kondisi lahan.
“Insyaallah, dengan bendungan ini kami lebih mudah mengatur air ke sawah. Selain padi, kami juga berharap bisa menanam palawija sehingga lahan pertanian dapat dimanfaatkan lebih maksimal,” tandasnya. (id67)














Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda