Beras Subsidi 1 Juta Ton Disebar untuk Warga Desil 5-7

JAKARTA (Waspada.id): Pemerintah menyiapkan 1 juta ton beras subsidi untuk masyarakat kelompok ekonomi menengah bawah hingga menengah. Beras tersebut akan digelontorkan ke pasar-pasar tradisional di berbagai daerah dengan harga Rp12.500 per kilogram, lebih murah dibandingkan harga pasar yang disebut mencapai Rp15.000 per kilogram.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan program tersebut menyasar masyarakat yang masuk dalam desil 5, 6 dan 7, yakni kelompok masyarakat yang secara ekonomi relatif stabil atau pas-pasan, tetapi belum masuk kategori miskin.
"Bantuan satu juta ton beras untuk warga kita yang desil 5, 6 dan 7," kata Zulkifli Hasan melansir Antara, seperti dikutip Rabu (7/10/2026).
Beras subsidi tersebut akan disalurkan melalui pasar-pasar tradisional dan pasar resmi di berbagai daerah. Pemerintah berharap langkah tersebut dapat menambah pasokan beras dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di tingkat konsumen.
Zulkifli menjelaskan pemerintah sebelumnya juga telah menjalankan operasi pasar beras subsidi. Kali ini, skema tersebut kembali diperkuat dengan alokasi 1 juta ton beras.
"Di pasar harganya Rp15 ribu, ini Bulog akan mengedarkan, menjual Rp 12.500. Jadi, harganya tidak sama dengan harga pasar, tidak naik, bahkan turun. Ini jumlahnya 1 juta ton juga," ucapnya.
Sasar Warga yang Ekonominya Pas-pasan
Zulkifli mengatakan kondisi ekonomi masyarakat desil 5 hingga 7 juga perlu mendapat perhatian. Terlebih ketika musim kemarau berdampak terhadap pasokan pangan dan harga beras mengalami kenaikan.
Kelompok tersebut dinilai membutuhkan akses terhadap beras berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Pemerintah karena itu memilih menyalurkan beras subsidi melalui pasar tradisional agar masyarakat dapat membelinya saat berbelanja kebutuhan sehari-hari.
"Ya, yang ini akan masuk ke pasar-pasar tradisional. Sehingga nanti kalau ibu-ibu emak-emak belanja beras, berasnya bagus, ya, tetapi beras yang disubsidi oleh pemerintah," ungkap Zulkifli Hasan.
Beda Skema dengan Bantuan untuk Desil 1-4
Selain subsidi beras untuk masyarakat desil 5-7, pemerintah juga menyiapkan 1 juta ton beras untuk 33,2 juta penerima manfaat dari kelompok masyarakat kurang mampu yang masuk kategori desil 1 hingga 4.
Program tersebut merupakan bantuan pangan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat berpenghasilan rendah.
"Jadi kami siapkan bantuan beras 1 juta ton atau 1 miliar kilogram untuk 33,2 juta penerima," katanya saat memonitor penyaluran bantuan pangan periode Oktober–Desember 2026 di Kota Kendari.
Zulkifli mengatakan bantuan tersebut disiapkan untuk membantu masyarakat kurang mampu memenuhi kebutuhan pangan, terutama beras.
Dengan demikian, pemerintah menyiapkan dua skema dengan sasaran berbeda. Beras untuk desil 1-4 diberikan sebagai bantuan pangan kepada kelompok kurang mampu, sedangkan beras untuk desil 5-7 disalurkan melalui pasar dengan harga subsidi.
Jagung Subsidi Rp5.000 per Kg
Tak hanya beras, pemerintah juga menyiapkan subsidi jagung untuk kebutuhan pakan ternak. Zulkifli menyebut volume jagung yang disubsidi mencapai 150.000 ton dengan harga Rp5.000 per kilogram.
Program tersebut diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan jagung sekaligus menekan tekanan harga di pasar yang disebut telah mencapai Rp8.000 per kilogram.
"Karena harga sekarang di pasar bisa Rp7.000, bisa Rp6.500, bahkan ada yang Rp8.000. Tentu ini untuk menjaga pangan pokok agar tidak bergejolak," tambah Zulkifli Hasan. (Lip6)


















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda