Breaking News
Memuat breaking news...

Berbagai Langkah Dilakukan PTAR  Dalam Menjaga Ekosistem Batangtoru

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 8 Agustus 2026 - 9.53 PM WIB
Berbagai Langkah Dilakukan PTAR  Dalam Menjaga Ekosistem Batangtoru
Manager Public Relations PTAR Reni Radhan dan dan pemateri foto bersama dengan jurnalis usai kegiatan Smartabe Connect #3 di MiniMax Coffee, Kota Padangsidimpuan, Sabtu (8/8/2026). Waspada.id/ist.
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

P.SIDIMPUAN (Waspada.id): Berbagai langkah dan strategi dilakukan PT Agincourt Resources (AR), pengelola Tambang Emas Martabe, dalam menjaga ekosistem Batangtoru, mulai dari monitoring lingkungan, patroli kawasan preservasi, penelitian biodiversitas hingga perlindungan flora dan fauna.

Upaya tersebut terungkap dalam Smartabe Connect #3 yang mempertemukan manajemen PTAR dengan sekira 25 jurnalis dari Tapanuli Selatan (Tapsel), Kota Padangsidimpuan dan Mandailing Natal (Madina) di MiniMax Coffee, Padangsidimpuan, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan dengan tema “Peran Monitoring Lingkungan dalam Menjaga dan Melestarikan Ekosistem Batangtoru”, tersebut memberikan gambaran mengenai berbagai upaya yang dilakukan untuk memantau sekaligus menjaga kondisi lingkungan di sekitar wilayah operasional Tambang Emas Martabe.

Manager Biodiversity & Environmental Strategic Development PTAR Syaiful Anwar menjelaskan, monitoring lingkungan menjadi salah satu bagian penting dalam pengelolaan ekosistem.

Pemantauan dilakukan secara berkelanjutan terhadap flora, fauna, kualitas lingkungan serta perkembangan kawasan konservasi. Data yang diperoleh kemudian menjadi bahan evaluasi untuk melihat perubahan kondisi lingkungan dan menentukan langkah pengelolaan berikutnya.

“Monitoring menjadi bagian penting untuk memastikan keseimbangan ekosistem tetap terjaga,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan data yang diperoleh secara rutin memungkinkan kondisi lingkungan dipantau dari waktu ke waktu. Dengan demikian, perubahan yang terjadi dapat diketahui lebih dini dan menjadi bahan dalam menentukan tindakan yang diperlukan.

Ilmuwan biodiversitas Universitas Nasional Jakarta sekaligus Biodiversity Advisory Panel (BAP) PTAR Dr. Suci Utami dan Manager Biodiversity & Environmental Strategic Development PTAR Syaiful Anwar. Waspada.id/Mohot Lubis

Data Jadi Dasar Konservasi

Ilmuwan biodiversitas Universitas Nasional (Unas) Jakarta sekaligus Biodiversity Advisory Panel (BAP) PTAR Dr. Suci Utami menjelaskan pemantauan biodiversitas tidak sebatas mendata keberadaan tumbuhan dan satwa.

Data hasil monitoring memiliki fungsi penting untuk memahami kondisi ekosistem sekaligus mengukur efektivitas program konservasi. “Data monitoring menjadi instrumen penting untuk melihat kondisi biodiversitas dan menilai efektivitas program konservasi,” katanya.

Dijelaskan, setiap hasil pengamatan memiliki nilai penting dalam memahami dinamika ekosistem. Data yang dikumpulkan secara konsisten dapat dibandingkan dari waktu ke waktu sehingga perubahan populasi satwa, tumbuhan maupun kondisi habitat dapat diketahui secara lebih terukur.

Dalam kegiatan tersebut, jurnalis juga mendapat penjelasan mengenai aktivitas lapangan yang dilakukan tim PTAR, antara lain patroli kawasan preservasi, pengumpulan data biodiversitas dan kegiatan di stasiun riset.

Tim Patrol Area Preservasi dan Operasi yang diwakili Parman Sitanggang serta Abdi Paruntungan turut menjelaskan aktivitas pemantauan di lapangan. Sementara Yusuf dari Tim Stasiun Riset memaparkan kegiatan penelitian dan pengumpulan informasi terkait biodiversitas.

Berbagai aktivitas tersebut menjadi bagian dari upaya memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi ekosistem Batangtoru.

Media Punya Peran Penting

Manager Public Relations PTAR Reni Radhan mengatakan keterlibatan media penting dalam menyampaikan informasi mengenai pengelolaan lingkungan kepada masyarakat.

Menurutnya, Smartabe Connect merupakan wadah komunikasi sekaligus ruang dialog antara perusahaan dan insan pers untuk membahas berbagai program yang dilakukan PTAR.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan teman-teman media, khususnya selama proses penanganan bencana. Forum ini menjadi kesempatan untuk berbagi informasi sekaligus berdiskusi mengenai berbagai upaya yang dilakukan PTAR dalam monitoring lingkungan dan konservasi di area tambang,” ujar Reni.

Dia berharap media dapat menggali informasi secara lebih mendalam mengenai kondisi lingkungan dan keanekaragaman hayati Batangtoru, termasuk perkembangannya pascabencana.

“Smartabe Connect #3 tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga ruang dialog terbuka antara perusahaan dan media. Dengan komunikasi yang baik, informasi mengenai pengelolaan lingkungan dan konservasi ekosistem Batangtoru dapat tersampaikan secara komprehensif kepada masyarakat,” tuturnya.

Melalui kegiatan tersebut, para jurnalis mendapat gambaran bahwa menjaga ekosistem membutuhkan proses yang berkelanjutan. Monitoring, penelitian, patroli dan evaluasi menjadi bagian yang saling berkaitan untuk mengetahui kondisi lingkungan sekaligus mendukung langkah-langkah konservasi.

Dengan pemantauan yang dilakukan secara konsisten, kondisi flora, fauna dan habitat di kawasan Batangtoru dapat terus diketahui dan menjadi dasar dalam upaya menjaga keberlanjutan ekosistem.(id46).

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement