Breaking News
Memuat breaking news...

Berbahaya, Masyarakat Keluhkan Jalan Singkil-Trumon Aceh Selatan Gunakan 2 Lembar Papan

Redaksi
Redaksi
Senin, 17 Agustus 2026 - 6.03 PM WIB
Berbahaya, Masyarakat Keluhkan Jalan Singkil-Trumon Aceh Selatan Gunakan 2 Lembar Papan
Beginilah kondisi 3 titik jembatan papan di perbatasan Kecamatan Trumon Aceh Selatan menuju Aceh Singkil. Jembatan kayu ini sudah beberapa kali menyebabkan jatuh korban ke sungai. Waspada.id/aris
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

SINGKIL (Waspada.id): Meski menjadi akses vital bagi masyarakat di Aceh Singkil, namun jalan yang menghubungkan Kecamatan Kuala Baru Aceh Singkil dengan Desa Buloh Seuma Kecamatan Trumon Kabupaten Aceh Selatan hingga kini tak kunjung diperbaiki.

Akibatnya, masyarakat yang hendak memasarkan hasil perkebunan dan pertaniannya dari Kecamatan Singkil, Kecamatan Kuala Baru menuju Kecamatan Trumon Aceh Selatan dan sebaliknya, selama 2 tahun ini masih terhambat.

Jembatan panjang yang dibuat dengan papan dan kayu sembarang persis dikawasan perbatasan Kabupaten Aceh Selatan dengan Singkil ini, acap kali menyebabkan korban jatuh ke sungai dan mengalami luka-luka.

Ironisnya, meski sudah roboh sejak Agustus 2024 lalu akibat banjir besar, namun jembatan yang terbuat dari 2 lembar papan tersebut belum ada tindakan pemerintah untuk memperbaikinya.

“Ini dulu jembatan yang dibuat masyarakat secara swadaya. Namun katanya hendak di renovasi dan dibongkar pemerintah dan dibuat kembali disamping jembatan yang sempat roboh karena banjir 2 tahun lalu,” kata salah seorang warga yang enggan menyebutkan namanya.

Sayangnya, hingga jembatan kayu pun mulai lapuk, namun jembatan yang dijanjikan akan dibangun oleh pemerintah tersebut tak kunjung dilaksanakan.

Penyempitan semak belukar dan hutan jalan hotmix lintasan yang menghubungkan Kec. Kuala Baru Aceh Singkil dengan Trumon Kab. Aceh Selatan. Waspada.id/aris

Amatan Waspada.id, ada 3 titik jembatan yang masih menggunakan 2 lembar papan dan kayu alakadarnya, yang hanya bisa dilintasi oleh kendaraan roda 2 dengan ekstra hati-hati.

Tiga jembatan kayu itu secara nomenklatur berada masuk wilayah Kabupaten Aceh Selatan. Selanjutnya titik penghambat lintasan berikutnya yakni penyempitan ruas jalan Dari Desa Suka Jaya Kecamatan Kuala Baru menuju Desa Buloh Seuma Aceh Selatan.

Ada sepanjang sekitar 5 km menuju Desa Buloh Seuma tertutup semak belukar, hutan dan tanaman duri putri malu. Sehingga sangat rawan dilalui kendaraan dari arah yang berlawanan. Sementara kendaraan roda 3 dan 4 sudah tidak bisa melintas.

“Iya mamakku bulan lalu sempat bertabrakan dengan sepeda motor dari arah Buloh Seuma yang hendak ke Singkil. Karena jalannya sempit sehingga pas berpapasan menyebabkan kecelakaan, jika tidak ada klakson dari kendaraan kedua arah sangat berbahaya,” ucap Ahmad kepada Waspada.id, Senin (17/8).

Masyarakat berharap agar Pemerintah Aceh bisa secepatnya membangun 3 jembatan dan membuka ruas jalan lintas yang tertutup semak dan tanaman hutan tersebut.

Karena sudah tepat 2 tahun, masyarakat masih terisolasi dan kesulitan membawa keluar dan masuk kebutuhan rumah tangga. Termasuk membangun jembatan permanen yang menghubungkan Desa Kayu Menang dengan Kecamatan Kuala Baru Aceh Singkil. (id.81)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement