Breaking News
Memuat breaking news...

Bermalam di Muzdalifah, Mengajarkan Jemaah Haji Arti Sabar

Redaksi
Redaksi
Rabu, 27 Mei 2026 - 8.58 AM WIB
Bermalam di Muzdalifah, Mengajarkan Jemaah Haji Arti Sabar
Buya Dr KH Syafii Siregar, Lc, MA bersama Dr Hj Alya Rahmayani Siregar, SAg, MSos dan jemaah haji Kloter 5 KNO saat bermalam di Muzdalifah.Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): Usai melaksanakan ibadah wukuf di Arafah, jemaah haji dari seluruh dunia bergerak menuju Muzdalifah untuk bermalam (Mabit).

"Alhamdulillah, setelah wukuf di Arafah selesai, kami dari rombongan KBIHU Multazam yang berada di KNO 05 bersama jutaan jemaah bergerak menuju Muzdalifah dengan penuh kesabaran dan keikhlasan," ujar Dr Hj Alya Rahmayani Siregar, SAg, MSos.

Ketua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Al Multazam Asy Syafii, Dr Hj Alya Rahmayani Siregar, SAg, MSos menyampaikan laporannya tersebut kepada Waspada.id melalui pesan whatsapp, Rabu (27/5/2026) pagi.

Umi Alya sapaan akrabnya yang didampingi ayahandanya, pembina sekaligus pembimbing KBIHU Multazam Asy Syafii, Buya Dr KH Syafii Siregar, Lc, MA. menyebut di tengah perjalanan yang padat dan melelahkan, zikir serta talbiyah terus menggema mengiringi langkah para tamu Allah.

"Malam di Muzdalifah menjadi tempat beristirahat sejenak di bawah langit terbuka, mengumpulkan batu jumrah, memperkuat doa, dan menata hati untuk melanjutkan rangkaian ibadah berikutnya, yakni melontar jumrah di Mina," tuturnya.

Umi Alya menekankan bahwa perjalanan Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) menguji keimanan. "Inilah perjalanan suci yang mengajarkan arti sabar, kebersamaan, dan totalitas penghambaan kepada Allah SWT," tandasnya.

Seperti diketahui, Muzdalifah secara bahasa berasal dari kata al-izdilaf yang berarti berkumpul atau mendekat. Dalam konteks ibadah haji, tempat ini menjadi lokasi jemaah berkumpul. Bermalam di Muzdalifah sarat akan makna spiritual dan sering disebut mengajarkan arti kesabaran, keikhlasan, dan kesederhanaan.

Sebelumnya, KBIHU Multazam Asy Syafii Kota Medan bersama jemaah dari Kabupaten Tapanuli Selatan di Kloter 5 KNO ini dibimbing oleh Ustadz H Hamdan Sukri Harahap, SH, MH dan para PPIH Kloter 5 KNO terdiri dari Ketua Kloter, Pembimbing Ibadah dan Dokter Kesehatan beserta PHD Provinsi Sumatera Utara bersatu dalam 1 tenda berada di Arafah dengan jumlah jemaah 358 orang.

Petugas Kloter 5 KNO ini terdiri dari Rahmadsyah Siregar (Pimpinan Kloter), Anwar Budi (Pembimbing Ibadah), Rusdy Shaleh Harahap (Dokter Kloter), Lislianti Siregar (Paramedis), Erri Zulkifli Siregar dan Nikmal Fauzi Lubis (Petugas Haji Daerah).(id96)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement