Berpenduduk 140 Jiwa, Kopi dan Objek Wisata jadi Andalan Desa Simempar, Gunung Meriah


GUNUNG MERIAH (Waspada.id): Kepala Desa Simempar, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Deliserdang, Simar Sembiring menjelaskan, kekuatan utama desa tersebut terletak pada kebersamaan dan budaya gotong royong yang masih terpelihara di tengah masyarakat.
"Semangat kebersamaan terlihat dalam berbagai kegiatan sosial, termasuk ketika warga membantu tetangga yang sedang membangun rumah. Masyarakat secara sukarela bergotong royong sesuai kemampuan masing-masing, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan bersama," kata Simar Sembiring didampingi Ketua TP PKK Desa Simempar, Rosida Br Ginting pada eksposenya dihadapan Forum Kabupaten Sehat pada Lomba Desa Sehat Kabupaten Deliserdang di Jambur Desa tersebut, Rabu (28/10/26).

Dijelaskan Simar Sembiring, wilayah Desa Simempar seluas 500 hektare, hanya memiliki populasi penduduk 140 jiwa, 50 kepala keluarga dimana 30 orang merupakan lansia. Sedikitnya populasi penduduk didaerah itu, karena banyak generasi muda yang merantau keluar daerah. Padahal, lahan pertanian dan perkebunan di desa tersebut masih cukup luas.
"Karena itu, jika ada warga yang dari luar daerah mau pindah ke Desa Simempar, kami akan menyiapkan pertapakan rumah 15x10 meter dan lahan pertanian yang luas secara gratis. Disini banyak lahan yang bisa ditanam kopi, dimana Kopi Arabika Simempar cukup dikenal citarasanya. Belum lagi Objek wisatanya," ungkap Simar Sembiring yang dibenarkan warga yang hadir.
Ketua TP PKK Rosida Br Ginting menambahkan, selain kebersamaan masyarakat, Desa Simempar juga memiliki rekam jejak prestasi di bidang pemberdayaan keluarga. Pada 2025, desa tersebut berhasil meraih prestasi sebagai pemenang tingkat Kabupaten Deliserdang dalam kategori Desa Percontohan PKK Bangga Kencana Kesehatan dan PAR.
Bahkan pada tahun 2022, Desa Simempar telah dicanangkan sebagai Desa Wisata oleh Dinas Budporapar Deliserdang.
Prestasi tersebut menjadi motivasi bagi TP-PKK Desa Simempar untuk terus meningkatkan pelaksanaan program pemberdayaan keluarga, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam bidang kesehatan, Rosida mengapresiasi dukungan tenaga kesehatan Kecamatan Gunung Meriah, baik bidan desa, kader Posyandu, dan pihak terkait yang aktif memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Ia secara khusus ia menyoroti kepedulian dr. Susi Evanta Maria Sembiring,M.Kes (Kepala Puskemas Gunung Meriah) yang dinilai aktif turun langsung ke desa-desa untuk melihat kondisi warga. Salah satu bentuk pelayanan dari dr Susi yakni bantuan akses pengobatan rutin bagi warga penyandang disabilitas ke RSUD Amri Tambunan, termasuk pengaturan transportasi pasien secara berkala setiap minggu.

Rosida juga memberi apresiasi kepada Camat Gunung Meriah dalam membantu kebutuhan administrasi pasien, dan kesehatan masyarakat. Ia menilai, kolaborasi lintas sektor ini menjadi contoh pentingnya pelayanan publik yang mengedepankan kepedulian dan kebutuhan masyarakat.
Sedangkan kegiatan Posyandu, dan pemeriksaan kesehatan, tambah Rosida, para kader dan tenaga kesehatan langsung turun ke lapangan.
"Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pelayanan, sekaligus meningkatkan kesadaran warga untuk menjaga kesehatan keluarga," papar Rosida dengan lugas dan runut tanpa membaca laporan tertulis.
Di bidang kesehatan lingkungan, pemeriksaan kualitas air bersih turut menjadi perhatian. Meski masyarakat memanfaatkan sumber air dari kawasan pegunungan, pemeriksaan kualitas air tetap diperlukan untuk memastikan keamanan penggunaannya.
Rosida menegaskan bahwa air yang terlihat jernih belum tentu aman untuk langsung diminum. Karena itu, pemeriksaan kualitas air, sanitasi yang baik, dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat perlu terus disosialisasikan kepada masyarakat.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah hal yang perlu dibenahi, terutama dalam administrasi dan kelengkapan pencatatan kegiatan. Namun, pihaknya berkomitmen meningkatkan kemampuan tersebut melalui pembinaan, arahan, dan pendampingan dari pemerintah kecamatan maupun instansi terkait.
Untuk penilaian Desa Sehat Kabupaten Deliserdang, tuturnya, pihak tidak butuh persiapan disana-sini, karena semua sudah terta sejak lama. Baik kebersihan, kesehatan lingkungan dan lainnya. Di desa nya juga sudah ada rumah penduduk kawasan bebas rokok.
Camat Gunung Meriah, Andry Yosi Pranata Ginting, S.IP, M.AP menyebutkan, melalui penilaian Lomba Desa Sehat, ia yakin Desa Simempar mampu menunjukkan kesiapan dan potensi terbaiknya.
" Lomba ini bukan sekadar mengejar penghargaan, tapi kegiatan ini diharapkan semakin meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, serta mendorong terciptanya lingkungan desa yang bersih, sehat, untuk membangun desa.
Yosi mengatakan, Desa Simempar merupakan perwakilan Kecamatan Gunung Meriah dalam Lomba Desa Sehat tahun ini. Sebelumnya, Desa Pekan Gunung Meriah berpotensi juga ikut. Namun, pada waktu bersamaan disibukkan dengan sejumlah kegiatan perlombaan lain. Sehingga proses registrasi Lomba Desa Sehat terlewatkan.
Ia juga berharap, seluruh persiapan yang dilakukan pemerintah desa, TP-PKK, kader, dan masyarakat dapat memberikan hasil terbaik.
“Lomba ini bukan semata-mata untuk meraih kemenangan, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola hidup bersih dan sehat, serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di desa,” tandasnya.

Koordinator Dewan Juri Tim C Lomba Desa Sehat Deliserdang, Eko Sapriadi mengakui bahwa kebersamaan maupun gotongroyong masyarakat Desa Simempar untuk kesehatan lingkungan patut diapreasi.
"Secara umum, penilaian Lomba Desa Sehat Kabupaten Deliserdang Tahun 2026 mencakup lima variabel utama, yakni lingkungan dan sanitasi, perilaku hidup bersih dan sehat, pelayanan serta fasilitas kesehatan, partisipasi masyarakat, dan inovasi desa sehat," jelas Eko yang juga didampingi anggota dewan juri, Rinaldi Samosir, Marta Arizona, Roy Antonius Tarigan perwakilan Dinas Kesehatan Deliserdang, dan Milawati Sembiring dari Bappeda Litbang.
Terkait sedikitnya populasi penduduk di desa tersebut, menurut Milawati Sembiring, hal itu harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah desa maupun pihak kecamatan. Untuk itu, harus ada daya tarik maupun inovasi desa bagi pasangan usia subur.
"Tadi dalam data disebutkan, populasi penduduknya hanya 140 jiwa, dari 50 kepala keluarga, dan 30 diantaranya adalah lansia. Karena itu, potensi desa ini harus digali, yang muaranya peningkatan ekonimi. Sehingga menarik minat warga asal maupun warga luar daerah ingin tinggal di desa ini," jelasnya.
Menanggapi hal itu, salah seorang warga menyebutkan bahwa potensi di desa terebut adalah pertanian dan perkebunan, serta objek wisata air terjun.
Bahkan, sejak tahun 2017 hingga awal 2019, kawasan Pohon Damai menjadi bagian dari ekowisata lokal yang dikelola masyarakat dengan ciri khas pohon besar di area perkemahan.
Selain itu, ada air terjun dan pemandin Simempar yang merupakan destinasi wisata alam. Tempat ini terkenal dengan air pegunungan yang sangat jernih dan segar berwarna hijau toska, dikelilingi hutan lebat yang asri, serta aliran air yang bertingkat-tingkat. Saking menariknya, membuat banyak wisatawan dari mancanegara mengunjungi destinasi wisata tersebut. Namun, sejak panedemi Covid 19, membuat wisatawan mancanegara tak pernah lagi berkunjung kedaerah itu.
Karena itu, sebut warga, mereka berharap potensi yang ada di desa meraka bisa kembali dihidupkan dengan kolaborasi pemerintah desa, kecamatan dan instansi terkait.
"Kami masyarakat siap mendukung penuh, termasuk menerima warga yang ingin tinggal di desa kami," pungkas warga. (Id.28)
Berita Terkait









































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda