Bertaruh Nyawa di Titian Gantung, Warga Darul Hasanah Rindu Jembatan Natam


KUTACANE (Waspada.id): Putusnya Jembatan Natam akibat hantaman banjir Sungai Alas tahun lalu masih menyisakan luka mendalam bagi warga seberang. Kini, untuk menuju pusat Kota Kutacane, warga Kecamatan Darul Hasanah harus bertaruh nyawa setiap hari melintasi titian gantung Lawe Mamas Indah.
Titian yang sempit dan bergoyang itu menjadi satu-satunya akses terdekat. Antrean panjang pun tak terelakkan. Di sanalah anak-anak sekolah, petani, hingga ibu-ibu berjuang melintas, dengan rasa was-was jika terpeleset sewaktu-waktu.
Namun di tengah keterbatasan itu, ada keteladanan yang mengharukan. Pemerintah Kecamatan Darul Hasanah mengatur dengan tertib agar anak-anak sekolah selalu diprioritaskan melintas, baik pagi maupun siang hari. Kekompakan itu menjadi potret gotong royong yang patut diteladani.
"Selama jembatan putus, kami melihat sendiri bagaimana Pak Camat turun langsung mengatur antrean," kata Adi, Wagiman dan sejumlah warga lainnya saat ditemui Waspada.id, Jumat (23/10).

Camat Darul Hasanah, Hayadun SP. Waspada.id/Seh Muhammad Amin
Warga mengaku bangga dengan kepemimpinan Camat Darul Hasanah, Hayadun. Di bawah komandonya, jalan darurat penghubung Kecamatan Darul Hasanah dan Natam sempat dibangun. Jalan itu menjadi urat nadi warga seberang untuk mengangkut hasil sawah, kebun, dan panen lainnya ke kota.
Namun harapan itu kembali pupus. Sungai Alas kembali meluap dan memutus jalan darurat tersebut.
Meski begitu, semangat warga tak padam. Bersama pemerintah kecamatan, mereka kembali bahu-membahu membuka jalan darurat yang baru.
"Semoga jalan darurat yang sekarang cepat rampung. Ini urat nadi kami di seberang. Untuk angkut hasil sawah, kebun, semuanya lewat sini," ujar warga dengan penuh harap.
Sementara itu, Camat Darul Hasanah, Hayadun, SP, saat ditemui Waspada.id, Jumat (23/10) mengatakan, pihaknya terus berupaya agar akses masyarakat segera pulih.
"Harapan kami semoga jalan darurat secepatnya rampung, sehingga akses masyarakat Darul Hasanah bisa pulih kembali," ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara.
"Terima kasih kami kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati beserta dinas terkait yang sudah peduli secara maksimal atas keluhan masyarakat. Alat-alat berat sudah didatangkan dari pemerintah pusat untuk penanggulangan jalan darurat, khususnya di Jembatan Natam dan beberapa titik mendesak lainnya di Aceh Tenggara," kata Hayadun.
Sembari menunggu jalan darurat rampung, warga hanya bisa antre dengan sabar di atas titian gantung yang bergoyang, menitipkan rindu agar jembatan yang menghubungkan kehidupan mereka segera kembali utuh.
(id80)
Berita Terkait

























































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda