Besi WF Penopang Pipa PDAM Tirta Madina Jatuh di Aek Mata, Warga Khawatir Terjadi Banjir


PANYABUNGAN (Waspada.id): Besi WF atau H‑Beam penopang pipa transmisi PDAM Tirta Madina di wilayah Aek Mata Kota Panyabungan terlepas dari dudukannya. Kondisi ini membuat warga cemas karena berpotensi menyumbat aliran sungai dan memicu banjir di tengah musim hujan.
Pantauan Waspada.id Rabu (4/11) di atas Jembatan Aek Mata menunjukkan besi berkarat tersebut menggantung miring di atas aliran sungai dan hanya bertumpu pada tiang beton yang juga condong. Akibatnya, pipa besi milik PDAM yang melintasi sungai ikut melengkung dan tidak lagi memiliki penyangga yang layak.
Muhammad Nasution, warga setempat, menyampaikan kekhawatirannya bahwa besi yang jatuh itu kini menjadi tempat tersangkutnya kayu dan sampah yang hanyut dari hulu. Apabila hal ini dibiarkan, aliran sungai Aek Mata dapat terhambat dan meluap ke pemukiman warga.
"Kalau tidak segera diangkat, bisa mengakibatkan banjir. Apalagi saat ini Mandailing Natal sedang musim hujan," ujar Muhammad Nasution.
Selain ancaman banjir, warga juga khawatir pipa transmisi tersebut dapat terputus diterjang arus deras. Jika hal itu terjadi, pasokan air bersih ke wilayah Panyabungan berisiko terganggu. Warga mengingat sebelumnya luapan Aek Rantopuran telah merusak sejumlah fasilitas PDAM Tirta Madina.
Warga mendesak PDAM Tirta Madina, Dinas PUPR, serta BPBD Madina segera turun ke lokasi untuk mengangkat besi WF, membersihkan sampah di bawah jembatan pipa, dan mengamankan kembali pipa transmisi sebelum bencana terjadi.
Camat Panyabungan yang dikonfirmasi melalui telepon Rabu (4/11) mengaku telah melaporkan kejadian tersebut kepada PDAM Tirta Madina. Ia berharap penanganan segera dilakukan.
"Sudah dilaporkan ke PDAM Tirta Madina, sesegera mungkin diangkat dan diperbaiki," ujar Camat Panyabungan.
Kepala PDAM Tirta Madina Iswadi Batubara juga membenarkan telah menerima laporan dari warga dan Camat Panyabungan terkait besi WF penopang pipa yang jatuh. Ia menyatakan tenaga kerja PDAM saat ini masih fokus menangani kerusakan akibat luapan Aek Rantopuran.
"Insya Allah, jika selesai di lokasi Aek Rantopuran, kita ke Aek Mata untuk menangani hal ini," ujar Iswadi Batubara melalui telepon.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada jadwal resmi yang dirilis PDAM Tirta Madina mengenai waktu pasti pengangkatan besi WF di Aek Mata. Warga berharap penanganan tidak tertunda mengingat curah hujan yang masih berpotensi meningkat.(id100)
Berita Terkait











































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda