Breaking News
Memuat breaking news...

BI Luncurkan KKI, Transaksi QRIS Bisa Pakai Kredit

Redaksi
Redaksi
Selasa, 18 Agustus 2026 - 7.39 AM WIB
BI Luncurkan KKI, Transaksi QRIS Bisa Pakai Kredit
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Bank Indonesia (BI) bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) resmi meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) segmen ritel untuk individu dan korporasi. Instrumen ini menjadi fasilitas pembayaran tunda (deferred payment) domestik yang memungkinkan masyarakat bertransaksi menggunakan sumber dana kredit melalui ekosistem pembayaran nasional.

Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Ryan Rizaldy mengatakan, KKI ritel ditujukan untuk memperluas akses pembayaran kredit, terutama di kalangan generasi muda yang semakin mendominasi transaksi non-tunai.

"Paling tidak pangsa masyarakat yang saat ini memang akhir-akhir ini terutama yang digerakkan oleh generasi Z dan generasi milenial, pengguna sumber dana kredit ini bisa masuk ke dalam KKI segmen ritel ini," ujar Ryan di Gedung BI, Jakarta Pusat, Senin (17/8).

Pada tahap awal, KKI diterbitkan dalam bentuk kartu digital yang dapat digunakan untuk transaksi melalui QRIS pindai (scan) maupun QRIS nirsentuh (tap).

Menurut Ryan, pengembangan KKI akan dilakukan secara bertahap. Setelah fitur pembayaran melalui QRIS, layanan akan diperluas ke pembayaran daring (online payment) hingga penerbitan kartu fisik.

Peluncuran perdana KKI melibatkan sejumlah Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP), yakni BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, CIMB Niaga, Permata Bank, dan Bank Mega. Selain itu, Bank Syariah Indonesia (BSI) turut terlibat untuk skema pembiayaan berbasis syariah.

Dorong Kedaulatan Sistem Pembayaran

Pejabat Sementara Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan, kehadiran KKI ritel tidak hanya menjadi alternatif alat pembayaran, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat kedaulatan sistem pembayaran nasional.

KKI dinilai dapat menjadi instrumen untuk menopang daya beli masyarakat sekaligus memberikan alternatif fasilitas kredit di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Destry menyebut KKI dirancang sebagai alternatif instrumen deferred payment domestik yang efisien, pruden, dan terintegrasi dengan infrastruktur sistem pembayaran nasional.

"Kehadiran skema domestik ini memberikan ruang yang lebih luas bagi pelaku usaha untuk masuk dalam ekosistem digital dan menyediakan alternatif fasilitas kredit untuk menopang konsumsi masyarakat," tutur Destry.

Bidik Pergeseran Transaksi Kartu Kredit

Sementara itu, Ketua ASPI Santoso Liem melihat peluang besar bagi KKI untuk mengambil sebagian pangsa transaksi kartu kredit konvensional. Terlebih, KKI telah terintegrasi dengan QRIS yang saat ini semakin luas digunakan masyarakat.

Santoso memproyeksikan KKI berpotensi menggeser hingga 10 persen porsi transaksi kartu kredit konvensional ke skema pembayaran domestik.

Saat ini, pangsa pasar kartu kredit di industri disebut hanya tersisa sekitar 15 persen seiring pesatnya adopsi QRIS.

"Jadi kita harapkan dengan kartu kredit KKI ini sudah mulai di-introduce dengan QRIS, kita harapkan di antara 15 persen itu, mungkin 10 persen akan pindah," jelas Santoso.

Dengan peluncuran tersebut, BI dan ASPI berharap KKI dapat memperluas pemanfaatan sumber dana kredit dalam transaksi digital sekaligus memperkuat ekosistem pembayaran domestik yang terintegrasi dengan QRIS. (cnni)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement