Breaking News
Memuat breaking news...
Advertisement

Bobby Cari Skema Pembiayaan Alternatif untuk Infrastruktur Nelayan Nias Selatan

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 7 November 2026 - 11.49 AM WIB
Bobby Cari Skema Pembiayaan Alternatif untuk Infrastruktur Nelayan Nias Selatan
Gubsu Bobby Nasution saat menerima kelompok nelayan, pembudidaya, dan Bupati Nias Selatan Sokhiatulö Laia di kediaman sementara Gubernur di Kota Gunungsitoli, Jumat (30/10). Waspada.id/ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

MEDAN (Waspada.id): Keterbatasan anggaran daerah tidak boleh menjadi penghambat pembangunan fasilitas perikanan di Nias Selatan. Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution membuka peluang pembiayaan melalui kerja sama swasta dan perbankan untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur nelayan.

Rencana tersebut dibahas Bobby saat menerima kelompok nelayan, pembudidaya, dan Bupati Nias Selatan Sokhiatulö Laia di kediaman sementara Gubernur di Kota Gunungsitoli, Jumat (30/10).

Bobby mengungkapkan, usulan tambahan anggaran dari Dinas Kelautan dan Perikanan Sumut mencapai Rp229 miliar. Namun, penyesuaian anggaran menuntut pemerintah mencari alternatif pembiayaan agar pembangunan sektor perikanan tetap berjalan.

Sejumlah fasilitas yang menjadi perhatian antara lain pabrik es, tempat pelelangan ikan (TPI), serta ketersediaan kapal untuk mendukung aktivitas nelayan.

Menurut Bobby, pembangunan fasilitas tersebut dapat melibatkan pihak swasta maupun kelompok nelayan. Pemerintah juga membuka kemungkinan membantu melalui subsidi bunga kredit perbankan.

Ia mencontohkan pembangunan pabrik es yang tidak harus sepenuhnya menggunakan APBD, tetapi dapat dikelola melalui kerja sama dengan pihak swasta atau kelompok usaha nelayan.

Selain pembiayaan, Bobby meminta Dinas Kelautan dan Perikanan Sumut bersama Pemkab Nias Selatan menyusun skala prioritas kebutuhan masyarakat pesisir.

Pendataan tersebut mencakup alat tangkap, ketersediaan air bersih dan listrik, fasilitas penyimpanan ikan, serta akses pasar bagi hasil produksi nelayan.

Bobby juga mengingatkan agar pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Telukdalam dan Pulau Telo tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi harus disertai program pendukung yang memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan.

Ia menyambut baik keinginan masyarakat agar dirinya berkunjung langsung ke Pulau Telo. Namun, ia meminta program dan data kebutuhan dimatangkan terlebih dahulu sehingga kunjungan tersebut dapat disertai solusi konkret.

Sementara itu, Bupati Nias Selatan Sokhiatulö Laia memaparkan potensi kelautan dan perikanan daerahnya, mulai dari hasil tangkapan ikan, rumput laut, kerang, hingga ratusan ribu bibit lobster.

Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan optimal akibat keterbatasan fasilitas dan alat tangkap. Dari 7.116 nelayan di wilayah Teluk, sebagian besar masih menggunakan sampan dayung.

Ia juga mengungkapkan persoalan pemasaran hasil produksi. Sekitar 60 ton rumput laut bahkan tidak dipanen pada bulan sebelumnya karena tidak tersedia pembeli. (DISKOMINFO SUMUT)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement