Breaking News
Memuat breaking news...

Bobby Nasution : Korban Keracunan MBG Karo Tembus 353, SPPG Besar Disuspend BGN

Redaksi
Redaksi
Jumat, 14 Agustus 2026 - 5.02 PM WIB
Bobby Nasution : Korban Keracunan MBG Karo Tembus 353, SPPG Besar Disuspend BGN
Gubsu Bobby Nasution mendengarkan pidato Presiden Prabowo Subianto dalam sidang tahunan di Kantor DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Jumat (14/8). Waspada.id/ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): Kasus keracunan massal menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo terus bertambah. Data terbaru menyebutkan korban kini mencapai 353 siswa, naik dari angka awal 260-an, dengan satu kasus fatal yang harus dirujuk ke Kota Medan.

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution angkat bicara merespons insiden tersebut usai mendengarkan pidato Presiden Prabowo Subianto dalam sidang tahunan di Kantor DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Jumat (14/8).

Bobby mengakui kejadian ini sebagai insiden fatal yang berdampak luas terhadap anak-anak. "Kejadian fatal yang terdampak kepada anak-anak kita ada 260 lebih, sekarang total ada 353," ujar Bobby.

Ia menjelaskan, sebagian reaksi keracunan muncul langsung saat jam belajar, namun sebagian lainnya baru terdeteksi hingga malam hari sehingga jumlah korban terus bertambah.

"Yang fatal sampai harus dirujuk ke Kota Medan ada satu. Kemarin ada yang sempat masuk ICU, namun hari ini sudah mulai membaik," kata Bobby.

Bobby mengapresiasi langkah tegas Badan Gizi Nasional (BGN) yang langsung menjatuhkan sanksi kepada penyelenggara dapur MBG terkait.

"Kepala BGN sudah sangat tegas memberikan sanksi. Setahu saya hari ini dari BGN sudah memberikan surat pemberhentian sementara," ungkap Bobby.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi sumber dugaan keracunan disebut merupakan salah satu SPPG besar dengan lebih dari 2.900 penerima manfaat. Sampel makanan yang dikonsumsi korban telah dibawa ke laboratorium milik pemerintah provinsi untuk diteliti lebih lanjut.

"Makanan yang kemarin dikonsumsi sudah dibawa ke lab provinsi untuk diteliti apa persoalannya," katanya.

Ditanya soal hasil pemeriksaan laboratorium, Bobby menegaskan hasilnya belum keluar. Ia menyebut proses penelaahan membutuhkan waktu bervariasi, mulai satu hari hingga paling lama dua hari.

"Nanti dilihat dulu, jangan diduga-duga. Itu harus dipastikan dulu dari sumbernya dari mana," tegas Bobby.

Ia juga mengungkapkan SPPG tersebut memiliki dua kali waktu memasak dalam sehari. Menurut laporan yang diterimanya, sesi memasak untuk kebutuhan ibu hamil pada jam tertentu dilaporkan tidak bermasalah, sementara dugaan sumber keracunan mengarah ke sesi memasak lainnya. Meski demikian, Bobby menekankan kepastian sumber persoalan baru bisa ditentukan usai hasil lab keluar.

Menjawab pertanyaan wartawan soal pengawasan ke depan terhadap seluruh SPPG di Sumatera Utara pascakejadian ini, Bobby menyatakan pihaknya berharap insiden serupa tidak terulang.

"Makanya tadi kita harapkan tidak terjadi lagi. Ini menjadi pembelajaran," ujarnya.

Ia menegaskan status suspend terhadap SPPG terkait sudah berjalan, dan ke depan Pemprov Sumut akan terus berkoordinasi dengan BGN untuk memperketat pengawasan.

"Ini kan sudah di-suspend, nanti bagaimana ke depannya akhirnya terus berkolaborasi dengan BGN," pungkas Bobby. (wsp.id)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement