Breaking News
Memuat breaking news...

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Redaksi
Redaksi
Kamis, 17 September 2026 - 11.04 AM WIB
BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, didampingi para narasumber lainnya, saat memaparkan materi di Workshop Media, di Cimahi. Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

CIMAHI (Waspada.id): BPJS Kesehatan mendorong transformasi pelayanan penyakit jantung dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui pendekatan Value-Based Health Care yang berorientasi pada hasil kesehatan pasien (health outcomes) dan efisiensi biaya pelayanan.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengatakan transformasi tersebut diperlukan untuk menghadapi peningkatan biaya pelayanan kesehatan sekaligus memastikan pembiayaan JKN memberikan manfaat optimal bagi peserta.

“Tantangan peningkatan biaya pelayanan kesehatan terlihat dari tingginya pembiayaan di rumah sakit. Dari data BPJS Kesehatan, total biaya pelayanan kesehatan Program JKN pada 2025 mencapai Rp191,3 triliun, dengan sekitar 87,1 persen realisasi pembiayaan berasal dari pelayanan di rumah sakit,” ujar Prihati dalam kegiatan Media Workahop, di Cimahi dan disiarkan langsung melalui Zoom , Rabu (16/9).

Menurutnya, penyakit jantung menjadi salah satu perhatian utama karena tingginya pemanfaatan layanan dan biaya yang dibutuhkan. Sepanjang 2025, kasus penyakit jantung yang dijamin Program JKN tercatat lebih dari 29,7 juta kasus dengan pembiayaan sekitar Rp17,35 triliun.

Prihati menegaskan, pengendalian penyakit jantung perlu dimulai dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) melalui upaya promotif dan preventif. Penguatan layanan tersebut mencakup pengendalian tekanan darah dan gula darah, pemantauan HbA1C secara rutin, kepatuhan terhadap pengobatan, serta pemantauan peserta berisiko tinggi.

“Di rumah sakit, BPJS Kesehatan juga mendorong pelayanan yang berorientasi pada mutu dan outcome. Sejumlah pendekatan yang dikembangkan antara lain pengambilan keputusan terpadu melalui Heart Team, tata laksana klinis sesuai pedoman, pemeriksaan Fractional Flow Reserve (FFR), dan staged revascularization,” jelasnya.

Mewakili Panglima Kodam III Siliwangi, Pamen Ahli Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Lingkungan Hidup, Tri Adrijanto Santoso, menyatakan dukungan terhadap penguatan layanan kesehatan.

"Pelayanan berkualitas tidak hanya ditentukan ketersediaan teknologi, tetapi juga kemudahan akses, kecepatan, dan mutu layanan, " jelas Santoso.

Sementara, Kepala Rumah Sakit Tingkat II Dustira, Muchlas Fahmi, mengatakan pihaknya berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk bagi peserta JKN yang membutuhkan penanganan penyakit jantung secara komprehensif.

“Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, RS Dustira telah melayani 975 pasien cathlab yang semuanya merupakan peserta JKN,” ungkap Muchlas.

Koordinator BPJS Watch, Timbul Siregar, menilai penyakit jantung perlu mendapat perhatian serius karena termasuk penyakit dengan biaya pelayanan tinggi dalam Program JKN. Ia mendorong penguatan upaya promotif dan preventif serta penerapan pola hidup sehat untuk menekan risiko penyakit tersebut.

Timbul mendukung penerapan pendekatan Value-Based Health Care dalam Program JKN.

"Peningkatan efisiensi pelayanan harus berjalan seiring dengan upaya menghasilkan kualitas kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat," katanya. (id40)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement