Buka Rakerwil IV BEM-SI Aceh, Wali Kota Langsa Dorong Penguatan Gerakan Mahasiswa


LANGSA (Waspada.id): Buka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) IV Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI) Wilayah Aceh tahun 2026, Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S. Putra, S.E dorong penguatan gerakan mahasiswa yang intelektual dan kritis.
Hal itu ditegaskan Jeffry Sentana buka Rakerwil IV BEM-SI di Gedung Multiguna Universitas Samudra (Unsam) mengusung tema “Berpijak pada Nilai, Bersinergi dalam Gerakan, Menguatkan BEM-SI Wilayah Aceh” yang berlangsun 8–11 Oktober 2026 dan diikuti 15 BEM Universitas se-Aceh, Jumat (09/10/2026).
Wali Kota Langsa dalam sambutannya, mengapresiasi Unsam sebagai tuan rumah dan menegaskan peran strategis mahasiswa sebagai kekuatan intelektual, mitra kritis pemerintah, dan agen perubahan dalam pembangunan daerah.
Ia berharap forum tersebut mampu menghasilkan gagasan dan program kerja yang konstruktif, berbasis data, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, Pemerintah Kota Langsa terbuka terhadap gagasan dan masukan dari kalangan mahasiswa. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan organisasi mahasiswa perlu terus diperkuat untuk mendorong pembangunan yang lebih baik dan berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Rektor Universitas Samudra, Dr. Nasruddin, S.T., M.T., mengingatkan mahasiswa agar senantiasa menjunjung tinggi integritas serta mengedepankan pola pikir kritis dan bijaksana dalam menyikapi berbagai persoalan.
Ia menekankan pentingnya memverifikasi dan menganalisis setiap isu maupun informasi secara objektif sebelum menjadikannya sebagai dasar pengambilan keputusan atau penentuan tindakan.
“Sebagai insan akademis yang telah dibekali ilmu pengetahuan dan kemampuan menganalisis data serta informasi, mahasiswa harus menjadikan hasil analisis yang objektif sebagai dasar dalam mengambil keputusan. Dengan demikian, mahasiswa tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang belum tentu benar,” ujarnya.
Nasruddin juga menegaskan komitmen kalangan akademisi untuk terus mendukung mahasiswa dalam berkarya, berkontribusi, dan melaksanakan berbagai kegiatan positif demi kemajuan bangsa dan negara. Ia turut mengapresiasi seluruh peserta, panitia, serta pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut di Universitas Samudra.
Koordinator Wilayah BEM-SI Aceh, Ariq Zulfasa, menegaskan bahwa Rakerwil tidak boleh sekadar menjadi seremoni atau agenda administratif organisasi. Menurutnya, forum tersebut harus menjadi titik awal bagi gerakan mahasiswa yang lebih solid, inklusif, terarah, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Ia mendorong perluasan konsolidasi dengan melibatkan perguruan tinggi dari berbagai wilayah di Aceh. Penguatan jejaring lintas kampus dinilai penting untuk memperluas representasi aspirasi mahasiswa sekaligus memperkokoh BEM-SI sebagai wadah perjuangan bersama.
Ariq juga menyoroti pentingnya peran mahasiswa dalam mengawal kebijakan publik, termasuk proses pemulihan pascabencana di Aceh. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui kajian akademis, evaluasi kebijakan, serta pengawasan terhadap proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Jangan sampai Rakerwil ini hanya menghasilkan foto bersama dan dokumen program kerja yang berhenti di atas kertas. Kita ingin gagasan diwujudkan, kolaborasi dijalankan, dan perjuangan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Ariq.
Ia berharap seluruh hasil pembahasan dalam Rakerwil dapat ditindaklanjuti melalui langkah konkret serta program kerja yang terukur dan berkelanjutan.
Presiden Mahasiswa Pemerintahan Mahasiswa Universitas Samudra, Muhammad Khairan Hakim, selaku tuan rumah, menyebut Rakerwil sebagai ruang strategis untuk menyatukan visi, merumuskan strategi, dan memperkuat kontribusi mahasiswa bagi kemajuan Aceh.
Ia menekankan tiga agenda utama yang perlu menjadi landasan gerakan mahasiswa, yakni konsolidasi, kolaborasi, dan kontribusi nyata. Ketiganya dinilai penting untuk memastikan organisasi mahasiswa tidak hanya kuat secara internal, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan dan persoalan masyarakat.
Ketua Panitia, Muhammad Themas Micho, melaporkan bahwa Rakerwil IV BEM-SI Wilayah Aceh Tahun 2026 diikuti oleh 15 badan eksekutif mahasiswa (BEM) universitas.
Rangkaian kegiatan meliputi persidangan, pembahasan program kerja, penyusunan rekomendasi, serta kegiatan kebersamaan antardelegasi untuk mempererat hubungan dan solidaritas mahasiswa lintas kampus.
Melalui Rakerwil IV ini, BEM-SI Wilayah Aceh diharapkan semakin solid, memperluas jejaring antarkampus, menjaga independensi dan integritas gerakan, serta menghasilkan program kerja yang terukur dan berkelanjutan.
Forum tersebut juga diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengawal kebijakan publik, memperjuangkan aspirasi mahasiswa, dan berkontribusi aktif dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat.
Rakerwil bukanlah akhir dari konsolidasi, melainkan awal dari kerja kolektif yang menuntut komitmen dan tindak lanjut nyata. Dengan berpegang pada nilai, memperkuat sinergi, dan mengedepankan kepentingan masyarakat, mahasiswa Aceh diharapkan mampu memainkan peran strategis dalam mewujudkan Aceh yang lebih maju dan berkeadilan.
Tampak hadir dalam kegiatan Tersebut Ketua DPRK Langsa, Dandim 0104/Aceh Timur, Kapolres Langsa, Pimpinan Instansi Vertikal, Geuchik, Ormawa, Delegasi BEM dari berbagai Perguruan Tinggi, Civitas, serta Mahasiswa dan para tamu undangan. (id75)


















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda