Buka Ruang Komunikasi Dua Arah, Kapolres Abdya Bangun Hubungan Terbuka Polisi dengan Masyarakat


BLANGPIDIE (Waspada.id): Membangun kepercayaan publik, tidak cukup hanya dengan kehadiran aparat dan penegakan hukum.
Namun, dibutuhkan komunikasi yang terbuka, kesediaan mendengar, serta keberanian menerima kritik dan masukan, sebagai bagian dari upaya memperbaiki pelayanan kepada masyarakat.
Prinsip tersebut menjadi semangat Kapolres Aceh Barat Daya (Abdya), AKBP Ade Gita Rachmadi B SH SIK MH, saat menggelar kegiatan Kumpul Bersama Masyarakat, di Warkop Taufik Kupi, Desa Padang Hilir, Kecamatan Susoh, Rabu (4/11).
Didampingi pejabat utama (PJU) dan sejumlah personel Polres Abdya, Kapolres hadir langsung di tengah masyarakat, untuk membuka ruang dialog, menyerap aspirasi, sekaligus mendengarkan berbagai keluhan, masukan dan laporan warga, terkait situasi keamanan maupun persoalan sosial, di lingkungan masing-masing.

Pertemuan dalam suasana santai tersebut, memiliki makna lebih dari sekadar silaturahmi. Dimana, Polri ingin membangun hubungan yang tidak berjarak dengan masyarakat, sehingga warga merasa nyaman menyampaikan persoalan, tanpa harus menunggu masalah berkembang menjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kapolres menegaskan, komunikasi dua arah merupakan salah satu fondasi penting, dalam mewujudkan pelayanan kepolisian yang responsif dan dipercaya publik.
Menurutnya, polisi tidak boleh hanya hadir ketika terjadi persoalan, atau setelah tindak kriminalitas berlangsung. Kehadiran polisi harus dirasakan melalui upaya pencegahan, pendekatan humanis, pelayanan, serta kesediaan mendengar suara masyarakat.
"Kami ingin membangun komunikasi yang terbuka. Jangan ada jarak antara polisi dan masyarakat. Sampaikan keluhan, kritik, maupun masukan. Bagi kami, semua itu penting sebagai bahan evaluasi, untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian," demikian pesan yang ditekankan Kapolres Ade.
Ia juga mengingatkan bahwa, keamanan dan ketertiban bukan semata-mata menjadi tanggung jawab kepolisian. Masyarakat memiliki peran strategis, sebagai mitra dalam menjaga lingkungan, mencegah tindak kriminalitas, serta mendeteksi berbagai potensi gangguan kamtibmas sejak dini.
Karena itu, Kapolres mengharapkan dukungan dan partisipasi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh adat, kalangan pemuda, dunia usaha, hingga organisasi kemasyarakatan.
Menurutnya, institusi kepolisian membutuhkan kepercayaan dan dukungan publik, agar pelaksanaan tugas perlindungan, pengayoman, pelayanan, serta penegakan hukum dapat berjalan optimal. "Polri tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan semua pihak. Kritik yang konstruktif, informasi yang benar dan partisipasi masyarakat, merupakan kekuatan penting dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif," pesannya.
Lebih jauh, kepercayaan masyarakat terhadap Polri, harus dibangun melalui kerja nyata, integritas, profesionalisme dan konsistensi, dalam memberikan pelayanan. Sebab, ukuran keberhasilan kepolisian bukan hanya pada kemampuan mengungkap kasus, tetapi juga sejauh mana masyarakat merasakan kehadiran polisi sebagai pelindung dan pemberi rasa aman.

Melalui kegiatan Kumpul Bersama Masyarakat, Polres Abdya berharap terbangun kemitraan yang semakin kuat dengan warga. Dialog semacam ini, juga diharapkan menjadi jembatan untuk mempertemukan persoalan di tengah masyarakat, dengan langkah-langkah penyelesaian yang tepat.
Pada akhirnya, keamanan bukan sekadar kondisi tanpa gangguan, melainkan hasil dari tumbuhnya kepercayaan, kepedulian dan tanggung jawab bersama.
Polres Abdya juga mengingatkan masyarakat, agar tidak ragu memanfaatkan layanan Call Center Polri 110, apabila membutuhkan bantuan kepolisian, maupun ingin menyampaikan pengaduan.sesuai semboyan Polisi bersama masyarakat: melindungi, mengayomi dan melayani.(id82)
Berita Terkait











































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda