Bukan Sekadar Adipura, Zaman Akli Minta Persoalan Sampah Abdya Dibenahi Menyeluruh


BLANGPIDIE (Waspada.id):Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), didorong membenahi persoalan kebersihan secara menyeluruh, menjelang penilaian Adipura 2026. Pembenahan tidak boleh sebatas mempercantik kawasan perkotaan, tetapi harus menyentuh lingkungan permukiman, hingga tingkat gampong.
Wakil Bupati Abdya, Zaman Akli, menegaskan hal itu saat memimpin rapat koordinasi persiapan Adipura di Blangpidie, Senin (2/11) lalu.
Menurutnya, Adipura tidak semestinya dipandang hanya sebagai target memperoleh penghargaan. Lebih penting dari itu adalah, menjadikan penilaian tersebut sebagai momentum memperbaiki tata kelola lingkungan dan membangun kesadaran masyarakat terhadap kebersihan.

Ia mengingatkan, penilaian Adipura tidak lagi sebatas melihat kondisi jalan, taman, maupun kawasan perkotaan. Aspek pengelolaan sampah secara menyeluruh, mulai dari pemilahan di sumber, dukungan anggaran, ketersediaan armada, kondisi tempat pemrosesan akhir (TPA), hingga kesiapan sumber daya manusia, turut menjadi perhatian.
Karena itu, Zaman Akli meminta seluruh perangkat daerah tidak bekerja secara parsial, atau hanya bergerak ketika penilaian sudah dekat.
Menurutnya, kebersihan tidak boleh dibangun melalui penataan sesaat di lokasi tertentu, sementara persoalan sampah di kawasan permukiman dan lingkungan masyarakat masih terabaikan. "Jangan sampai lingkungan terlihat bersih di satu tempat, tetapi persoalan sampah justru masih kita temukan di tempat lain. Kita harus membenahi semuanya, bukan hanya kawasan yang akan dinilai," tegasnya.
Zaman Akli juga meminta seluruh kepala perangkat daerah, mengambil tanggung jawab sesuai tugas masing-masing. Camat dan keuchik diminta menjadi penggerak utama, dalam membangun kesadaran masyarakat di wilayahnya.
Ia menekankan, budaya bersih tidak cukup diwujudkan melalui kegiatan gotong royong sesekali, tetapi harus menjadi kebiasaan yang tumbuh dalam kehidupan sehari-hari."Kita tidak boleh hanya ingin mendapatkan penghargaan Adipura. Daerah ini memang harus layak menjadi tempat yang bersih dan nyaman. Penghargaan hanyalah pengakuan, sedangkan lingkungan sehat merupakan manfaat langsung bagi masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Abdya, Armayadi, ST, mengakui pembenahan kebersihan daerah masih menghadapi sejumlah tantangan. Bahkan, persoalan sampah masih terlihat di berbagai sudut perkotaan.
Ia mengatakan, arahan Wakil Bupati menjadi perhatian serius bagi DLH, untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir.
Pembenahan tersebut mencakup pemilahan sampah sejak sumbernya, dukungan anggaran, ketersediaan armada pengangkut, pengelolaan TPA, serta peningkatan kapasitas petugas. "Adipura sekarang tidak lagi menilai kebersihan yang kasat mata saja, tetapi sistem pengelolaannya juga harus berjalan. Seluruh komponen itu sedang kita benahi secara bertahap," kata Armayadi.

Ia mengakui, persoalan sampah tidak mungkin diselesaikan DLH sendirian. Dibutuhkan kekompakan dan keterlibatan seluruh instansi, lembaga pendidikan, pemerintah kecamatan, pemerintah gampong, serta masyarakat.
Sebagai langkah awal, DLH akan mendorong gerakan kebersihan dari lingkungan sekolah dan membagi tanggung jawab secara lebih terukur, agar pelaksanaannya dapat dievaluasi. "Wajib bersih, mulai dari sekolah dulu. Kita akan membagi tanggung jawab secara jelas agar setiap pihak mengetahui apa yang harus dikerjakan dan bisa kita ukur tindak lanjutnya di lapangan," demikian Armayadi.(id82)
Berita Terkait











































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda