Breaking News
Memuat breaking news...

Buku 'Menelusuri Jejak Pengabdian dan Lahirnya Suryapalohisme' Buat Surya Paloh Tersanjung

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 25 Juli 2026 - 11.58 AM WIB
Buku 'Menelusuri Jejak Pengabdian dan Lahirnya Suryapalohisme' Buat Surya Paloh Tersanjung
Surya Paloh saat menerima buku dari Iskandar ST.Waspada.id/Surya Efendi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): Tokoh nasional, Surya Paloh, mengaku tersanjung saat menerima buku 'Menelusuri Jejak Pengabdian dan Lahirnya Suryapalohisme' yang diserahkan Iskandar ST, dalam acara peluncuran buku tersebut di Hotel JW Marriott, Medan, Jumat (24/7/2026) malam.

Kepada Iskandar ST, penulis buku juga Ketua DPW Partai NasDem Sumatera Utara itu, Surya Paloh menyampaikan rasa hormat. "Saya jujur tersanjung, sekaligus terharu saat diberikan buku ini. Usia yang 75 tahun, ya membuat (lebih) tersentuh emosinya. Hormat dan terima kasih kepada Ketua DPW NasDem Sumut, Bung Iskandar. Ini hadiah, kejutan bagi saya," ucap Surya Paloh.

Sebelum peluncuran buku, video pendek tentang Surya Paloh diputarkan. Surya Paloh yang lahir di Kutaraja, Banda Aceh itu terharu saat kisahnya ditampilkan menggunakan video artificial intelligence (AI).

"Saya lahir di Aceh, tapi kemudian sejak kecil saya dibawa ke Sumatera Utara, dan tinggal, besar di Medan. Disinilah proses pembentukan karakter saya. Dan karakter itu yang membentuk saya sekarang. Mudah-mudahan saya tidak malu-malu ngaku anak Medan," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Surya Paloh menyampaikan pandangan tentang Indonesia. Menurutnya, Indonesia negara yang kaya, jumlah penduduk yang besar. Namun cita-cita keadilan, kesejahteraan dan keadilan menurut Surya Paloh masih jauh panggang dari pada api. "Kekayaan alam tidak akan berarti apabila tidak didukung oleh manusia yang memiliki karakter, integritas, etos kerja, disiplin, sportivitas, dan rasa tanggung jawab," tegasnya.

Surya Paloh melihat perubahan mentalitas perlu dilakukan untuk mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur. Ia juga mengajak bergandeng tangan memperkuat karakter kebangsaan dalam berdemokrasi. "Kita harus berani melihat kelebihan dan kekurangan bangsa ini secara objektif. Dengan begitu saya optimistis Indonesia akan menjadi negara yang lebih baik di masa depan," tegasnya.

Seperti diketahui, buku tersebut sebagai penanda usia Surya Paloh yang genap 75 tahun, serta rekam jejak lebih dari enam dekade pengabdiannya di dunia organisasi, pers, dunia usaha, hingga politik.

Sebelumnya, Ketua Partai NasDem Sumut, Iskandar ST menyampaikan, buku ini lahir dari pengalaman empirisnya selama 15 tahun mendampingi Surya Paloh sebagai kader, murid, sahabat perjuangan, hingga “anak ideologis”.

“Selama 15 tahun saya berada di Partai NasDem, saya mendengar, melihat, dan merasakan secara langsung pikiran, ucapan, serta tindakan Bapak Surya Paloh yang selalu konsisten. Pengalaman empiris itulah yang menggerakkan hati saya untuk menulis buku ini,” ucapnya.

Iskandar menjelaskan, Suryapalohisme bukan ideologi baru pengganti ideologi kebangsaan, melainkan kerangka nilai yang bertumpu pada empat pilar: restorasi nilai, nasionalisme inklusif, integritas moral, dan idealisme berkeadilan. Ia menegaskan gagasan tersebut bukan sekadar konsep, melainkan telah diwujudkan Surya Paloh dalam tindakan nyata.

“Saya ingin nilai-nilai dan ajaran yang saya rasakan selama mendampingi Bapak Surya Paloh tidak berhenti pada diri saya, tetapi terdokumentasi dengan baik sehingga dapat dipahami dan dijalankan oleh generasi penerus serta seluruh kader Partai NasDem,” tuturnya.

Iskandar menyebut Surya Paloh sebagai sosok yang konsisten antara pikiran, ucapan, dan perbuatan. “Surya Paloh hadir sebagai cahaya. Suryapalohisme adalah konsistensi antara pikiran, ucapan, dan perbuatan dalam menggerakkan perubahan melalui semangat restorasi menuju masyarakat yang adil dan makmur,” pungkasnya.

Iskandar mengakui konsep dalam buku itu masih memerlukan penyempurnaan melalui kajian akademik dan berencana menggelar bedah buku bulan mendatang bersama sejumlah tokoh intelektual.

Dalam acara tersebut, Surya Paloh didampingi Iskandar ST menyerahkan buku secara simbolis kepada sejumlah tokoh diantaranya, Wali Kota Medan Rico Waas, mantan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, pengusaha Rahmat Shah, Ketua Baznas Sumut Prof HM Hatta, Sultan Mahmud Arya Lamanjiji, mantan Wali Kota Medan Abdillah.

Kemudian, Indra Wahidin, Prof Subhilhar, Syekh Ali Akbar Marbun, Prof Saad Afifuddin Kaloko, Juswan Tjoe, Sultan Ariefanda Aziz Abdul Djalil Rahmad Shah, Prof Runtung Sitepu, H Subardi, Wakil Ketua DPRD Sumut Ricky Anthony, Prof Nispul Khoiri, Prof Dadan Ramdan, Prof Baharuddin.

Lalu, Ustadz KH Zulfiqar Hajar, Ir. Indra Gunawan, MP, Roy Fachraby, Drs. Christian Zebua, mantan Bupati Simalungun JR Saragih, dan Prof Sukarya Sinulingga. Sejumlah Konsul negara sahabat yang hadir malam itu juga diberikan buku secara simbolis. Hadir juga disitu anggota DPRD Medan Afif Abdillah dan mantan Wali Kota Medan Rahudman Harahap. (id96)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement