Breaking News
Memuat breaking news...

Bulog Sumut Tambah Distribusi Beras SPHP Jadi 450 Ton Per Hari

Redaksi
Redaksi
Kamis, 6 Agustus 2026 - 11.29 AM WIB
Bulog Sumut Tambah Distribusi Beras SPHP Jadi 450 Ton Per Hari
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara meningkatkan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi 450 ton per hari untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga beras menjelang puncak panen padi gadu (padi yang dipanen saat musim kemarau-red) yang diperkirakan baru berlangsung pada akhir Agustus 2026.

Memasuki masa jeda sebelum panen raya, pasokan beras ke pasar diperkirakan mengalami penurunan sehingga berpotensi mendorong kenaikan harga. Untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga, Bulog Sumut memperluas titik distribusi beras SPHP di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Utara.

Pemimpin Wilayah Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto mengatakan, pihaknya telah mengantisipasi kondisi tersebut dengan memperbanyak penyaluran beras SPHP ke pasar tradisional, outlet Bulog, serta Gerakan Pangan Murah (GPM) yang bekerja sama dengan TNI, Polri, dan pemerintah daerah.

"Memang terdapat potensi penurunan pasokan beras ke pasar, mengingat saat ini musim panen gadu baru mulai berlangsung sehingga volume panen belum mencapai puncaknya. Jadi kami perbanyak titik pendistribusian beras SPHP," kata Budi, Kamis (6/8).

Ia memastikan stok beras Bulog dalam kondisi aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras di pasaran.

"Distribusi terus kami tambah, dari sebelumnya 300 ton per hari, menjadi 450 ton per hari. Masyarakat bisa mendapatkan beras SPHP di pasar pasar terdekat, warung sembako RPK, outlet di depan Kantor dan gudang Bulog, dan melalui GPM (Gerakan Pangan Murah) kerjasama dg TNI/POLRI dan Pemda setempat," kata Budi.

Selain di pasar tradisional, beras SPHP juga tersedia di jaringan ritel modern, termasuk Indomaret. Harga eceran tertinggi (HET) beras SPHP tetap mengacu pada ketentuan pemerintah, yakni maksimal Rp13.100 per kilogram atau Rp65.500 per kemasan 5 kilogram.

Di sisi lain, Bulog Sumut juga memperkuat pasokan beras premium melalui kerja sama dengan sejumlah penggilingan padi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di ritel modern.

"Kami telah bekerjasama dengan beberapa penggilingan padi (kilang) untuk memasok beras premiun ke ritel modern seperti Berastagi Supermarket. Kami juga akan terus meningkatkan jumlah kerjasama ini sehingga beras premium dapat tersedia di semua ritel modern," imbuh Budi.

Menurutnya, beras premium yang dipasarkan di ritel modern juga telah memenuhi ketentuan pemerintah dengan harga maksimal Rp15.400 per kilogram atau Rp77.000 per kemasan 5 kilogram.

Budi menambahkan, upaya menjaga pasokan beras tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sebagai bagian dari langkah menjaga ketersediaan pangan sekaligus mengendalikan inflasi daerah.

"Bulog mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, baik dalam hal penyediaan beras SPHP maupun upaya memperkuat pasokan beras premium ke pasar, sebagai upaya bersama dalam penyediaan beras kepada masyarakat dan juga upaya strategis dalam pengendalian inflasi," tutup Budi. (id09)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement