Breaking News
Memuat breaking news...

Bungsuland Academy Buka Sekolah Properti Gratis untuk Gen Z dan Milenial

Redaksi
Redaksi
Rabu, 30 September 2026 - 10.33 AM WIB
Bungsuland Academy Buka Sekolah Properti Gratis untuk Gen Z dan Milenial
Bungsuland Property resmi menghadirkan Bungsuland Academy, sebuah terobosan program edukasi bisnis properti dan rumah subsidi yang 100% gratis untuk Gen Z dan Milenial di Kota Medan, Selasa (29/9/2026). Waspada.id / M. Faisal
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id) : Industri properti di Indonesia saat ini menghadapi tantangan besar, mulai dari pemenuhan kualitas pembangunan, kompleksitas legalitas, strategi penjualan, hingga angka backlog perumahan nasional yang masih menyentuh hampir 10 juta unit. Merespons kondisi tersebut, Bungsuland Property mengambil langkah konkret dengan menghadirkan Bungsuland Academy, sebuah program pembelajaran bisnis properti terintegrasi yang berfokus pada sektor rumah subsidi.

Langkah strategis ini diinisiasi oleh Direktur Utama Bungsuland yang juga Direktur Bungsuland Academy, Hafiz Hamzah, mengajak generasi muda—khususnya Gen Z dan Milenial—untuk naik kelas (next level) dengan berani memulai langkah menjadi pengusaha di industri properti, pada acara peluncuran dan pembukaan Bungsuland Academy di Kota Medan, Selasa (29/9/2026).

Acara berlangsung khidmat serta mendapat dukungan penuh dari berbagai elemen penting, mulai dari jajaran pemerintahan, asosiasi, pelaku industri papan atas, hingga sektor perbankan. Hadir dari unsur pemerintahan, hadir Gubernur Sumatera Utara yang diwakili oleh Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Sumut serta Bupati yang diwakili oleh Kepala Dinas Cipta Karya. Dukungan dari sektor industri dan asosiasi diperkuat oleh kehadiran Ketua Umum DPP APERSI Bapak Dedi beserta rombongan, Direktur Pesona Kahuripan Group Mas Angga Budi Kusuma, serta Direktur PT Kawah Group Mas Ridwan.

Sektor finansial juga memberikan komitmen penuh melalui kehadiran para petinggi perbankan, antara lain Direktur Bank Sumut, Pimpinan Unit Usaha Syariah Bank Sumut, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Bank BRI, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Bank BTN, Kepala Cabang Bank BNI Medan, Kepala Cabang Bank Mandiri, Kepala Cabang Bank BJB, Kepala Cabang Bank Nobu, Kepala Cabang Bank BSN, serta para tamu undangan penting lainnya.

Kehadiran para pemangku kepentingan ini mempertegas bahwa ekosistem industri properti siap mendukung penuh lahirnya generasi baru pengembang perumahan subsidi di Indonesia.

"Kehadiran Bungsuland Academy lahir dari refleksi mendalam terhadap perjalanan sang Ayah yang membangun bisnis properti secara otodidak," ungkap Direktur Bungsuland Academy, Hafiz Hamzah, memaparkan latar belakang mendalam di balik pendirian akademi ini.

Hafiz mengamati bahwa banyak pengembang properti pemula menghadapi benturan keras di lapangan akibat kurangnya kesiapan ilmu yang matang.

"Permasalahan klasik seperti sengketa legalitas, kendala teknis pembangunan, hingga kegagalan strategi pemasaran sering kali menjadi batu sandungan yang fatal," ujarnya.

Direktur Bungsuland Academy, Hafiz Hamzah

Oleh karena itu lanjut Hafiz jika ada wadah pendidikan formal yang khusus membedah seluk-beluk properti secara komprehensif, risiko-risiko tersebut dapat diminimalisasi untuk menyelesaikan akar masalah industri dari hulu.

"Dasar pemikiran inilah yang melahirkan Bungsuland Academy dengan dukungan penuh dari sang Ayah selaku mentor dan Direktur Utama," jelasnya.

Guna menyajikan pendidikan yang berkualitas dan aplikatif, Bungsuland Academy berkomitmen menghadirkan para pengajar ahli (expert) yang berkompeten di bidangnya. Para mentor dan instruktur akademi ini berasal dari berbagai lintas sektor kritikal, mulai dari Kementerian Perumahan, praktisi perbankan, pelaku bisnis properti senior, notaris/PPAT, ahli teknik sipil, hingga pakar digital marketing.

Menariknya, seluruh program pelatihan dan pembelajaran di Bungsuland Academy ini disediakan secara gratis tanpa dipungut biaya apa pun sebagai bentuk kontribusi sosial dalam membangun kapasitas SDM Indonesia.

Melalui wadah edukasi ini, Hafiz Hamzah berharap generasi muda tidak hanya sekadar menjadi penonton, melainkan mampu bertransformasi menjadi pengusaha properti baru yang tangguh.

Melalui lahirnya developer-developer muda, diharapkan akan tercipta multiplier effect yang positif bagi perekonomian nasional. Tujuan besar dari program ini adalah membawa teman-teman Gen Z dan Milenial ke tingkat yang lebih tinggi.

"Ketika mereka berhasil menjadi pengusaha, mereka akan membuka lapangan pekerjaan baru, menyerap tenaga kerja, dan pada akhirnya membantu menggerakkan roda ekonomi bangsa serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Mari bersama-sama membekali diri dengan ilmu, tumbuh bersama, dan sukses bersama untuk kemajuan properti Indonesia," pungkas Hafiz. (Id12)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement