Buntut Penggerebekan Ponpes Hamalatul Quran, Pemuda Masjid Dunia Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng dan Kapolres Sukohajro


JAKARTA (Waspada.id): Pemuda Masjid Dunia mendesak Kapolri Jendreral Suyudi Ario Seto untuk segera mencopot Kapolda Jawa Tengah (Jateng) Irjen Pol Roy Hardi Siahaan dan Kapolres Sukoharjo atas dugaan tindakan sewenang-wenang dan dugaan kejahatan prosedur hukum yang melibatkan jajarannya, terkait aksi penggerebekan Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Mojolaban, penodongan senjata laras panjang terhadap santriwati di bawah umur, penyitaan barang bernilai dan uang puluhan juta rupiah tanpa surat izin resmi, hingga penahanan anak-anak dan balita.
"Tentunya Pemuda Masjid Dunia sangat mengecam dan mengutuk keras sikap oknum jajaran Polda Jateng dan Polres Sukoharjo terhadap santriwati dan tindakan lainnya terkait penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur'an, Mojolaban. Apakah santriwati itu teroris? Kita minta Kapolri ambil sikap, copot Kapolda Jateng dan Kapolres Sukoharjo," tegas Presiden Pemuda Masjid Dunia Datuk H Said Aldi Al Idrus SE,MM kepada wartawan di Jakarta, Minggu (1/11/2026).
Hal ini disampaikan Presiden Pemuda Masjid Dunia Said Aldi merespon peristiwa penggerebekan Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Mojolaban yang bermula, Kamis dini hari sekitar pukul 03:20 WIB. Puluhan personel mengaku berasal dari Polda Jawa Tengah dan Polres Sukoharjo bersama satuan Brimob bersenjata lengkap mendatangi kompleks Ma'had Hamalatul Qur'an.
Menanggapi hal itu, Said Aldi turut prihatin terhadap kondisi fisik dan psikologis para santriwati. Tentunya mereka mengalami trauma yang mendalam, seolah mereka seperti teroris bajingan kelas kakap, koruptor triliunan yang telah banyak merugikan negara.
"Padahal keseharian mereka hanya belajar ilmu.
Menurut Said Aldi, aksi penggerebakan dan penodongan senjata laras panjang terhadap santriwati saat penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur'an, dinilai sebagai pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM). Sebab, pesantren khusus putri Hamalatul Qur'an digerebek dini hari menjelang Subuh, dengan cara yang sangat biadab dan tidak manusiawi.
Pemuda Masjid Dunia, lanjut Said Aldi, mendukung penuh Pengurus Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an, Mojolaban, Sukoharjo yang melayangkan protes keras melalui Surat Edaran Resmi tertanggal 29 Oktober 2016, Nomor 010/RTQ-HQ/SE/X/2026 yang ditandatangani oleh Mudiroh Ustadzah Aisyah Humairoh beserta sekretaris dan para pengasuh putri pesantren.
Said Aldi juga mendukung sikap tegas Komisioner Kompolnas RI Chorul Anam yang meminta Propam Polri turun langsung untuk melakukan pemeriksaan dugaan pelanggaran SOP dan menyayangkan oknum aparat yang diduga melakukan tindakan sewenang-wenang terhadap para santriwati tersebut.
"Sekali lagi saya tekankan, bahwa Pemuda Masjid Dunia akan mengirim surat protes dan desakan pencopotan terhadap Kapolda Jateng dan Kapolres Sukoharjo terkait peristiwa ini kepada Presiden Prabowo Subianto, Kapolri, Kompolnas dan Komnas HAM, supaya ditindaklanjuti dengan serius dan ke depan tidak terjadi lagi aksi sewenang sewenang oknum oknum aparat penegak hukum," papar Said Aldi yang juga Ketua Umum Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Indonesia ini. (id29)
Berita Terkait











































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda