Breaking News
Memuat breaking news...
Advertisement

Bupati Abdya Bidik 300 Keluarga Miskin Ekstrem, Bantuan Tak Lagi Dibagi Merata

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 7 November 2026 - 3.29 PM WIB
Bupati Abdya Bidik 300 Keluarga Miskin Ekstrem, Bantuan Tak Lagi Dibagi Merata
Bupati Abdya Safaruddin, berdialog dengan sejumlah wartawan dalam kegiatan Coffee Morning bersama 35 jurnalis di Blangpidie, Sabtu (7/11).Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

BLANGPIDIE (Waspada.id): Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), menargetkan sekitar 300 keluarga, keluar dari jerat kemiskinan ekstrem, melalui program pemberdayaan terpadu.

Penanganannya, tidak lagi bertumpu pada pembagian bantuan secara merata, tetapi diarahkan secara khusus kepada masyarakat yang paling membutuhkan, terutama kelompok desil 1 dan 2.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Abdya Dr. Safaruddin, S.Sos., MSP., dalam kegiatan Coffee Morning bersama 35 jurnalis yang bertugas di kabupaten itu, Sabtu (7/11), di Blangpidie.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Ketua DPRK Abdya Roni Guswandi, Sekretaris Daerah Amrizal, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Kominsa) Ubairizal, serta sejumlah kepala SKPK dan para camat.

Safaruddin menegaskan, pengentasan kemiskinan ekstrem, harus dilakukan melalui intervensi yang terukur, terintegrasi dan berkelanjutan. Pemerintah tidak cukup hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi harus memastikan keluarga penerima memiliki kemampuan untuk memperbaiki taraf hidupnya.

Untuk mewujudkan target tersebut, Pemkab Abdya akan mengoptimalkan berbagai sumber pendanaan, mulai dari APBN, APBA, program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), zakat Baitul Mal, hingga dukungan pihak ketiga.

Pola pemberdayaan dirancang secara berkesinambungan. Keluarga sasaran akan dibantu pembangunan rumah, sementara pemerintah gampong menanggung biaya listrik selama satu tahun.

Selanjutnya, Dinas Sosial menyiapkan modal melalui program Usaha Ekonomi Produktif (UEP), sedangkan Baitul Mal membantu penyediaan peralatan usaha. "Komitmennya, dalam setahun keluarga tersebut harus keluar dari kemiskinan ekstrem," tegas Safaruddin.

Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi bagian dari perubahan orientasi kebijakan bantuan pemerintah. Intervensi harus berdasarkan tingkat kebutuhan dan kondisi riil masyarakat, sehingga anggaran yang terbatas, dapat memberikan manfaat lebih besar bagi kelompok paling rentan.

Di sisi lain, Safaruddin mengakui keterbatasan kemampuan fiskal masih menjadi tantangan dalam merealisasikan berbagai program pembangunan. Tingginya ekspektasi masyarakat terhadap visi Arah Baru Abdya Maju harus dihadapkan dengan kapasitas keuangan daerah yang belum sepenuhnya memadai.

Memasuki sekitar 1,8 tahun masa kepemimpinannya, ia berharap sejumlah target pembangunan, mulai menunjukkan hasil nyata pada 2028. Karena itu, setiap rupiah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK), harus digunakan secara efektif dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat, baik melalui pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi maupun pemberdayaan kelompok miskin.

Safaruddin juga menyinggung program Dokter Saweu Gampong dan Dokter Saweu Sikula, sebagai bagian dari upaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Program tersebut diharapkan memperkuat deteksi dini penyakit, sekaligus meningkatkan akses pelayanan kesehatan, hingga ke tingkat gampong dan sekolah.

Pada kesempatan itu, Bupati turut mengapresiasi peran wartawan, dalam mengawal jalannya pemerintahan dan pembangunan daerah.

Ia berharap, insan pers tetap menjalankan fungsi kontrol secara kritis dan konstruktif, termasuk menyampaikan koreksi, apabila terdapat kebijakan pemerintah, yang dinilai belum berpihak kepada kepentingan masyarakat. "Saya berharap kawan-kawan wartawan terus memberikan masukan. Kalau ada kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat, silakan sampaikan agar bisa kita perbaiki bersama," ujarnya.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang komunikasi, antara pemerintah daerah dan insan pers, untuk memperkuat keterbukaan informasi, membangun sinergi, serta memastikan arah pembangunan Abdya, tetap berpijak pada kepentingan masyarakat.(id82)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement