Bupati Abdya Safaruddin: Salat Bukan Sekadar Gugurkan Kewajiban


BLANGPIDIE (Waspada.id): Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin, mengingatkan masyarakat agar menjadikan salat bukan sekadar penggugur kewajiban, melainkan ibadah yang dihayati dan mampu membentuk akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan itu disampaikan Safaruddin saat mengikuti Safari Subuh di Masjid Ayah Gadeng, Gampong Tengah, Kecamatan Manggeng, Kamis (5/11). Masjid tersebut merupakan salah satu masjid tertua di Abdya, situs bersejarah dan telah ditetapkan sebagai cagar budaya.
Di hadapan ratusan jemaah, Safaruddin mengutip Surah Al-Ankabut ayat 45 yang menegaskan bahwa, salat dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar. Namun, ia menilai masih terdapat kesenjangan antara pelaksanaan ibadah dan perilaku sebagian umat. “Kalau salat hanya sebagai penggugur kewajiban, tentu akan terasa berat. Mari kita resapi, pahami dan maknai setiap gerakan serta bacaan salat. Di dalamnya terdapat doa dan zikir, yang langsung tertuju kepada Allah SWT,” ujarnya.
Menurut Safaruddin, salat harus dilaksanakan dengan keikhlasan, pemahaman dan kesadaran penuh, agar tidak berhenti sebagai rutinitas, tetapi membentuk pribadi berakhlak mulia.

Ia berharap program Safari Subuh dan implementasi Peraturan Bupati Abdya Nomor 41 Tahun 2025, tentang Peukong Agama, dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, dalam beribadah dan memakmurkan masjid secara konsisten. “Keberhasilan gerakan keagamaan, bukan diukur dari ramainya masjid saat pejabat hadir, melainkan dari tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk memakmurkan masjid,” katanya.
Masjid Ayah Gadeng juga menyimpan sejarah perjuangan masyarakat Abdya. Pengurus masjid, Usmadi, didampingi Zedi Saputra, menjelaskan bahwa masjid tersebut dibangun pada 1912 Masehi atau 1330 Hijriah.
Masjid itu pernah menjadi salah satu basis perjuangan Teungku Peukan, Pahlawan Nasional asal Abdya, bersama pasukannya, sebelum bergerak menuju Blangpidie, untuk menyerang pos pertahanan kolonial Belanda.
Safari Subuh tersebut turut dihadiri Ketua DPRK Abdya Roni Guswandi, unsur Forkopimda, Sekda Amrizal, para asisten, staf ahli bupati, kepala SKPK, pimpinan instansi terkait dan masyarakat setempat.
Kegiatan diakhiri dengan silaturahmi dan makan bersama.(id82)
Berita Terkait











































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda